1.DUDUK BERSILA

Sikap duduk ini adalah sikap duduk yang baik selama kehamilan, karena dengan sikap ini perut bagian bawah menekan perut ke dalam rongga panggul (beserta janinnya) sehingga kedudukan janin dalam kandungan tetap baik. Dengan posisi seperti ini, dilakukan gerakan pemanasan dengan menggerakan kepala menengok kekanan dan kekiri, miring kekanan dan kekiri. Sesudah itu tundukan kepala dan angkat kepala sambil menarik nafas, kemudian mengembuskannya. Lanjutkan dengan menaikan bahu kemudian menurunkannya kembali. Lakukan gerakan 8x hitungan.

2. MEMUTAR LENGAN DAN MENGENCANGKAN PAYUDARA

Letakan jari-tangan dibahu. Meletakan dua lengan mejepit : Kedua payudara dan mengangkat payudara ke atas dengan kedua
siku tersebut. Lakukan gerakan ini dengan memutar lengan. Lepas perlahan-lahan kemudian lanjutkan dengan mengangkat kedua siku keatas dan kembali ke posisi  semula lakukan gerakan 8x.


3.GERAKAN RELAKSASI

Posisi tidur miring kekanan, dengan kepala ditopang tangan atau bantal, kaki dibawah lurus, kaki atas ditekuk, tarik nafas dan hembuskan lewat mulut. Lakukan gerakan dengan mengangkat kaki atas setinggi pinggul, kemudian turunkan, lanjutkan dengan mengangkat kaki atas, tekuk ke arah perut dengan kaki bawah sejajar, luruskan dan kembali keposisi semula, ulangi semua gerakan dengan posisi miring kekiri. Masing-masing 8x.

4. GERAKAN PERGERAKAN KAKI DAN MENGANYUH

Posisi tubuh terlentang. Kedua kaki lurus tekanlah jari-jari kaki lurus ke
bawah dan tekuk keatas kembali. Putar pergelangan kaki dari arah kanan kekiri dan sebaliknya. Lanjutkan pergerakan dengan kaki seolah-olah mengayuh sepeda dengan kedua tangan disisi samping untuk menahan. Lakukan gerakan masing-masing 8x.

5.MENGANGKAT PANGGUL

Posisi tidur terlentang dengan kedua kaki ditekuk. Kedua tangan diletakan disamping untuk menahan badan. Tarik napas, tahan sambil mengencangkan otot panggul, tahan beberapa detik, lalu kembali keposisi semula sambil menghembuskan napas. Lakukan gerakan 8x.

6.LATIHAN MEMBRAN

Posisi tidur terlentang, rangkul paha dengan tangan sampai siku. Lakukan dengan posisi miring kekiri dan kenan lanjutkan dengan posisi terlentang dan merangkul kedua paha dengan lengan sampai siku. Sambil menarik napas angkat kepala, pandangan keperut lalu hembuskan napas lanjutkan dengan pergelangan kaki. Lakukan 8x.

7.MELENTURKAN PUNGGUNG

Posisi merangkak, bahu sejajar dengan kedua lengan dibuka sejajar. Dengan membuka kaki, angkat punggung dan tundukan kepala, sambil menarik napas tahan beberapa detik kemudian kembali ke posisi semula, pada posisi kembali otot punggung rileks. Ulangi gerakan sampai 8x.

8.GERAKAN ANTI SUNGSANG

Posisi menungging. Tangan rileks disamping tubuh dan kedua kaki terbuka, ditekuk sejajar bahu. Letakan kepala dikedua tangan, turunkan dada perlahan-lahan sampai menyentuh kasur, kepala menolek ke samping kiri atau kanan. Letakan siku diatas kasur, geser sejauh mungkin dan tubuh kesamping. Ulangi gerakan sampai 8x.

Artikel ini copas dari sini, moga bermanfaat buat para bumil ^_^

Bismillahirrahmanirrahim….

“Jika seorang hamba menikah, maka telah menjadi sempurnalah setengah agamanya. Maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allah pada sebahagian lainnya” (HR Al Hakim dan Ath-thabrani dari Anas bin Malik)


Insya Allah akan menikah….

Insya ALLAH akad nikah akan dilaksanakan pada tanggal: 4 Maret 2011 pukul 8.00 di Masjid Miftahul Abidin, Krian, Sidoarjo.

Info lebih lengkap, kunjungin web pernikahan saya🙂
http://savitrihendrajaya.webnode.com

Mohon doanya yah, Temans🙂

Bismillahirrahmanirrahim….

Say with flower . Ungkapan itu pasti udah nggak asing lagi dong buat kita. Ada yang mengerti apa yang ada di balik bunga, sehingga sampai dibikin ungkapan seperti itu? sebegitu spesialkah bunga? *kok jadi maen tebak-tebakan* hehehe… Semua cewek atau wanita pastilah suka dengan bunga (ada yang tidak suka? hayoo ngacung ).

Nah,, untuk kesempatan kali ini saya pingin berbagi ilmu tentang membuat kerajinan dari flanel dengan tema bikin “Bunga”:mrgreen:

Bisa dibikin bros, gantungan kunci, gantungan hape, dsb… Coba yuuk ^^
Step-stepnya sebagai berikut:

1. Pertama persiapin dulu bahan-bahan yang diperlukan seperti gambar dibawah ini:

* Gunting
* Kertas untuk bikin pola
* Pensil untuk menggambar
* Lem UHU atau lem serbaguna
* Kain Flanel (sebuah bunga make dua macam warna)
* Kapas Dakron
* Benang dan jarum

2. Bikin pola bunga dan lingkaran kecil seperti gambar dibawah ini (kalo perlu diprint dan digunting, kekekeke…)

pola bunga

pola lingkaran kecil

 

(lebih…)

Terinspirasi makanan ala negeri Sakura, pas makan di Hokben.. paling suka dg menu beef teriyaki, tapi harga seporsinya agak mahal… Eh pas ke swalayan nemu saus teriyaki.. Ya udah, bikin sendiri ajah, lebih murah ^^

Mantep banget kalo dijadiin bento (bekal) dengan tambahan chicken katsu (ato bisa jg chicken nugget)

Ni dia resep ala chef atikquen :)) , silakan dicoba…

Bahan:
100 gram daging sapi, iris tipis-tipis
3 sdm saus teriyaki
1 buah bawang bombay, iris-iris
2 buah bawang putih, cincang halus
1/2 buah paprika (bisa merah atau hijau)
Garam sedikit (kurang lebih 1/2 sdt, soalnya saus teriyakinya dah mengandung garam dan kecap asin)

Cara membuat:
1. Rendam irisan daging ke dalam saus teriyaki selama 10 menit
2. Panaskan sedikit minyak goreng di penggorengan dan tumis bawang putih serta bawang bombay sampai harum
3. Masukkan daging bersama saus teriyaki dan tambahkan garam serta paprika, lalu aduk-aduk sampai matang.
4. Angkat dan sajikan bersama nasi hangat ^^

 

Nah, contoh penyajiannya kayak gini nih:

untuk 3 porsi

Recipe n Photo By: Atik Savitri R.

 

Biar buku-buku kita awet, ga gampang lecek, kita memang harus rajin merawatnya, kalo ga dirawat, jangan harap deh buku kita bakal awet, pasti lecek-lecek, berlipet-lipet ga karuan, waduh baca bukunya jadi males kalo wujud bukunya aja amburadul. Kalo buku kita rawat, rapih, bacanya juga seneng, serasa baca buku baru, padahal buku dah lama kita beli. Cara merawat buku gini ya…

1. Pastikan tempat buku tidak lembab dan memiliki sirkulasi udara yang memadai. Untuk mendapatkan udara yang cukup, tempat buku harus memiliki jendela atau lubang keluar-masuk udara secara cukup.

2. Usahakan letak buku tidak berdekatan dengan lantai. Artinya tempat buku jangan di bagian paling bawah lemari. Pilihlah tempat yang memungkinkan buku enak dilihat dan mudah dijangkau. Pilihan bisa di bagian tengah atau atas.

3. Posisi buku sebaiknya berdiri dan berjajar ke samping. Posisi ini memungkinkan udara masuk ke sela-sela buku lewat celah lembaran. Jika posisi buku bertumpuk dikhawatirkan udara tidak bisa masuk dan mempercepat kelembaban.

4. Taburlah kamper di sela-sela buku atau di pojok-pojok lemari. Fungsi kamper untuk mengusir ngengat dan mengurangi bau tak sedap.

5. Lakukan rotasi posisi buku setiap dua pekan sekali. Jika memungkinkan keluarkanlah buku-buku dari lemari dan letakan selama sehari di luar lemari. Bisa di atas meja atau di ruang terbuka yang tidak lembab.

6. Tak ada salahnya memberi lampu khusus dalam lemari buku hingga buku mendapat cahaya yang cukup. Sinar lampu menghambat ngengat masuk ke sela-sela buku.

7. Cara paling aman adalah membungkus buku dalam kemasan plastik dan ditaburi kamper.

8. Khusus buku langka berusia di atas 100 tahun yang lengket antar satu halaman dengan halaman lain tidak perlu dipaksa memisahkannya. Ada cara tersendiri. Rendamlah kertas yang lengket itu ke dalam air selama setengah jam. Lalu angkat dan angin-anginkan di tempat sejuk. Jangan sekali-kali menjemur di bawah terik matahari agar kertas tidak bergelombang setelah kering.

—————————————————————————–

Beri Sampul Buku

1. Siapkan dulu sampul plastiknya, Kalo bukunya tebal/hard cover, pake aja sampul plastic yang agak tebal. Tapi kalo buku yang tipis-tipis, pakelah sampul plastic yang tipis. Lebih asyik pake sampul plastic yang meteran, jangan yang satuan, yang meteran lebih bagus dan lebih tebal.

2. Buatlah label buku yang berisi identitas pemilik buku, biar kalo ada yang pinjem mudah mengembalikannya. Tempel di setiap buku, jarak nempelin labelnya seragam ya, jangan buku yang satu labelnya diatas, yang satu dibawah, tar mata kita naik turun lihat label bukunya kan repot.

3. Kalo label buku dah ditempel, kemudian baru kita menyampul buku, lap dulu bagian luar buku, biar debu dan kotoran ilang, sehingga sampul plastic bisa nempel erat di bagian luar buku.

Susun buku-buku di rak

* Penyusunannya sih terserah sesuai selera masing-masing/sesuai bentuk rak yang ada. Tapi agar nyaman saat kita mau mengambil buku, lebih enak buku disusun dalam posisi berdiri,kalo pas kita ngambil buku gampang ambilnya. Susun mulai dari buku yang besar, baru kemudian yang kecil. Kalo buku kita lumayan banyak, simpan berdasarkan kategori masing-masing buku.

* Simpan Rak Buku di tempat yang terkena sinar matahari sehingga buku kita ga lembab, beda kalo rak kita simpan di tempat yang lembab, dijamin buku kita lembab, ketika dipegang kertas gampang sobek, trus tiap halaman buku bakal bergelombang bentuknya.

Bersihkan buku dari debu secara teratur

Kalo rak buku kita tertutup, enak, kita ga perlu repot bersihkan debu, tapi kalo bentuk rak yang terbuka, rajin-rajinlah membersihkan debu, jangan sampe debu menempel lama dibuku, terutama di bagian atas buku, nanti halaman buku bisa cepat berwarna agak kecoklatan.

Sumber: notes pustaka imam Syafi’i

Photo: taken by me.. rak kecil di kamarku (1,5th yg lalu)

Mama pulang dari Kebun Argo Malang dan membawakan oleh2 buatku: strawberry dan berry hitam, hmmm enaknya dibikin apa??? dijus mah biasa.. akhirnya iseng2 bikin ini… eh jd juga😛

Its Contains: Milk Pudding, Blueberry pudding, and strawberry Pudding

Ingredients:
Bahan:

Lapisan bawah (milk pudding)
1. 1 bungkus agar-agar putih
2. 3 gelas air
3. 7 sdm susu kental manis
4. 250 gr gula pasir

Lapisan tengah (blueberry pudding)
1. 1 bugkus agar-agar putih/tanpa warna
2. 200 gram gula pasir
3. 80 gram buah arbei hitam atau blueberry, bisa juga alternatif lain, diganti selai blueberry yang diencerkan dengan air
4. 3 gelas air

Lapisan atas (strawberry pudding)
1. 1 bungkus agar-agar putih atau bisa jg agar-agar rasa strawberry
2. 200 gram gula pasir
3. 75 gram buah strawberry, potong-potong
4. 5 sdm susu kental manis
5. 3 gelas air

cetakan loyang (jika menghendaki ukuran besar) atau bisa juga cup plastik bentuk variasi (untuk ukuran kecil-kecil)

Hiasan: 50 gram strawberry, iris-iris

Directions:
Lapisan bawah:
* Campur air dan susu kental manis.
* Siapkan panci dan masukkan agar-agar, gula, dan susu, aduk-aduk. Masak diatas kompor hingga mendidih, angkat.
*Tuang adonan ke dalam loyang atau cetakan, biarkan sedikit memadat.

Lapisan tengah:
*Buah blueberry/ arbei hitam dimasukkan blender, tambahkan 1 gelas air dan 2 sdm gula, haluskan.
*Siapkan panci dan masukkan 1 bungkus agar-agar kedalamnya. Tambahkan gula, air, serta jus blueberry/ arbei hitam ke dalam panci tersebut, aduk-aduk dan masak diatas kompor hingga mendidih, angkat.
* Tuang adonan tersebut ke dalam cetakan yang telah diisi lapisan bawah. Biarkan sedikit memadat.

Lapisan atas:
* Buah strawberry dipotong-potong dan dimasukkan dalam blender
* Masukkan juga susu kental manis dan 1 gelas air, haluskan.
* Siapkan panci dan masukkan 1 bungkus agar-agar kedalamnya. Tambahkan gula, air, serta jus strawberry ke dalam panci tersebut, aduk-aduk dan masak diatas kompor hingga mendidih, angkat.
* Tuang adonan tersebut ke dalam cetakan atau loyang yang telah diisi lapisan bawah dan tengah. Biarkan memadat.

Sajikan dingin dengan saus vla dan hias dengan potongan buah strawberry diatasnya..

^^ Silakan mencoba dan menikmatinya….

 

Resep n Photo By:  Atik Savitri R.

Penulis: Hatta Syamsuddin

Rini Cahyani, nama yang telah menggetarkan seluruh persendianku. Delapan bulan yang lalu. Tepatnya setelah dua bulan dari kelulusanku dari jurusan Teknik Industri kampus UI Depok.
Nama itu muncul di bagian paling atas dua lembar kertas yang disodorkan Ustad Madani  padaku. Sebuah nama yang masih asing bagiku. Namun justru itulah yang membuat jantung ini berdebar lebih cepat. Wajahkupun tak malu mengeluarkan rona merah-birunya. Aku penasaran ? Jelas !

Tetapi untunglah ustad dapat menangkap gelombang penasaran dalam raut mukaku. Setelah sempat terdengar batuk-batuk ringan, beliau mulai mengeluarkan suara khasnya.
” Gimana akhi, sudah antum baca semua biodatanya khan ..?”
Aku tak langsung menjawab. Semua butuh kehati-hatian. Setiap kalimat yang meluncur dari lisanku saat ini, dapat mengubah jalan hidupku di masa mendatang. Tetapi ustad Madani masih terus menebak-nebak alur pikiranku,
“Apakah beliau tidak memenuhi kriteria yang antum tuliskan ? ”
” Bukan begitu ustad, tapi… “,. Sekali lagi aku harus berpikir keras.
” Toyyib, antum baca deh terlebih dahulu. Tapi jangan lupa teh dan gorengannya jangan dicuekin ya .. ”
” Kalau yang itu… nggak usah ditawarin. Insya Allah kita habiskan  Ustad….”

Ustad tersenyum renyah meninggalkan aku dalam bingung. Bukan sekedar bingung. Ada getaran aneh tapi agung dalam kebingunganku. Sementara dua lembar kertas di tanganku malah semakin angkuh. Mencoba menari-nari dalam hatiku.
Masalah tidak memenuhi kriteriaku ? Ah, sebenarnya itupun bukan sesuatu yang kaku bagiku. Namun bagaimanapun aku harus lebih teliti. Kubaca dengan cermat deretan kalimat-kalimat dibawah nama tersebut.

Nama… Rini Cahyani bin  Soewandi …..
Soewandi ..? orang Jawa ? atau bahkan keturunan keraton Surakarta ?. Gimana kalo jadi nikah nanti, apa harus pakai adat jawa ? Ditonton ratusan orang di bangsal kencana ?. Memakai blangkon dan keris yang tersembunyi ? Wah ! Apa kata Dunia Islam nantinya ? Seribu satu pertanyaan yang kurang esensial mulai bersliweran mengganggu pikiranku. Aku beristighfar tiga kali. Nampaknya syaitan masih bersemangat untuk menunda-nunda azamku untuk menikah. Bisikannya yang bertabur keraguan itu harus segera kuenyahkan.

Bismillah. Mulai kubaca lagi deretan selanjutnya dengan lebih teliti. Tiap huruf, kata bahkan koma dan titik sangat menentukan !!.Semoga ustad lebih sabar menunggu.

Tempat Tanggal Lahir… Magelang, 23 Juni 1978..
Magelang ? Pasti suku Jawa. Aah.. bukan masalah besar. Toh aku tak pernah mencantumkan jenis suku pada daftar kriteria yang aku serahkan pada ustad. Apalagi orangtuaku paduan dinamis dari suku Melayu dan Bugis. Dan tak pernah kulihat ada pertikaian yang menyangkut SARA di rumahku.

Tapi bagaimana kalau ortunya Kejawen ? Hiii…bagaimana kalau diharuskan mandi kembang tiap malam jumat nanti. Brrr…dingin.  Belum lagi nyuci keris dan seperangkat jimat tiap malam purnama ?. Wah, aqidah islamiyah dan dakwah bisa terancam nih. Apa kata Dunia Islam nanti ? Duh, pikiranku mulai ngelantur lagi.

Tapi tahun kelahiran ? 1978 ? Dua tahun lebih muda dariku. Ini berarti ada  kesalahan. Apa mungkin ustad salah baca dengan permintaan tertulisku sepekan yang lalu ? atau  beliau punya penafsiran lain ?. Kalau tidak salah, yang aku tuliskan dan inginkan adalah minimal seusia dengan ku, atau jika memungkinkan lebih tua sekian tahun dariku.
Ini bukan sok pahlawan sebagaimana sering dituduhkan beberapa ikhwah kepadaku. Ini masalah muyul akhi, begitu aku menjawab tuduhan tersebut. Selama ini aku cenderung mudah berinteraksi dengan orang-orang yang lebih dewasa dariku.

Tapi ini ? dua tahun lebih muda ? Bagaimana kalau masih kekanak-kanakan ? Bagaimana kalau ngajinya belum lurus ? Mengapa ustad memberi pilihan yang ini sih ?. Kembali si syaiton asyik membenamkan pikiranku di lumpur keraguan. Kenapa aku harus terpedaya lagi ? Tsiqoh pada ustad adalah pilihan terbaikku saat ini. Bisa jadi umurnya masih muda, tapi dewasa dalam memaknai hidup. Yah, semoga.
Kulanjutkan mencermati barisan kalimat  selanjutnya di secarik kertas HVS tersebut,

Alamat    …. Perumahan Perwira TNI AL  Blok C 3 – Cilandak, Jakarta Selatan..
TNI AL dan Soewandi ? Putri seorang perwira militer ? Calon mertuaku seorang militer ? Apakah ia juga mendidik putrinya dengan gaya militeristik ?. Bagaimana kalau sang putri ternyata lebih militer dari orangtuanya ? Bagaimana kalau aku harus di uji dulu lewat adu fisik dengan salah seorang anak buahnya ? atau bahkan kakaknya barangkali ? Sebagaimana  kisah-kisah pendekar yang pernah aku baca di komik-komik waktu kecil dulu.
Ah, tak perlu ragu. Ini Cuma bisikan setan. Sekarang bukan jaman purba yang mengandalkan otot dan kekerasan. Lagi pula, kalau memang diperlukan, minimal aku masih bisa bertahan dengan sisa-sisa kejayaan latihan thifan-ku di kampus dulu.

Ku menoleh sebentar ke arah ustad Madani yang duduk di depanku. Nampaknya ia cukup paham dengan apa yang ada dipikiranku. Ia hanya tersenyum kecil, mengangguk, sedikit berdehem dan kembali larut dalam konsep khotbah Jum’at yang harus dibawakannya di Masjid UNJ besok siang.
Aku pun kembali asyik menelaah deretan kalimat di secarik kertas, yang menurutku masih menyimpan berjuta misteri.

Pendidikan .. Lulus S 1 Fakultas Sejarah Universitas Gajah Mada tahun 2001..
Nah ! Ini sesuai dengan kriteria, non eksakta. Aku lulusan eksak, teknik Industri  dan ia anak sosial, non eksakta, insya Allah matching dan cukup mewakili konsep tawazun, Amiin.

Organisasi …Humas BEM, Keputian LDK, Remas, Pengajar TPA  dan bla…bla..bla...
Aktifis kelas berat ? Siapa takut. Bukankah masa lima tahun kuliah telah kuhabiskan di berbagai kegiatan-kegiatan kampus. Baik ekstra maupun intra kampus. Cara kerja, kuliah, belanja, dakwah dan pergaulan ala aktifis semua sudah ‘mendarah daging’ bagiku. So, kalau ketemu dengan aktifis yang satu ini, insya Allah tidak perlu susah beradaptasi. Semoga saja ya. Teriakku dalam hati.

Pekerjaan .. Guru Tetap di SLTP Islam Terpadu Nurul Fikri Mata Pelajaran Sejarah
Ya Allah .! Aku merasakan detak jantungku berjalan lebih cepat. Keringat dingin nampaknya akan menetes di dahiku. Wajahku tak ketinggalan ikut bereaksi. Tegang. Menambah  keterkejutan yang melahirkan kegelisahan baruku.

Tepat pada waktunya ! Ustad Madani menoleh sejenak ke arahku. Dengan mudahnya ia bisa menangkap kegelisahan yang tersirat dari wajahku. Masih dengan tenang. sejuk dan senyuman khasnya, ia menegurku.
” Ada yang mengganjal akhi ?”
” Eeeng… ada.. Ustad, Anu… eee.. benarkah ukhti ini  salah seorang pengajar di SLTP IT Nurul Fikri, Depok ? ”

Ustad Madani membenarkan letak kacamatanya. Tanda rasa penasarannya mulai tergugah.
” Ya, betul. Ukhti Rini baru dua minggu yang lalu diangkat sebagai pengajar tetap di sana. Sebelumnya, sudah tiga bulan ia mengajar sebagai guru honorer.”
” Tapi, ustad …. “, aku terhenti sejenak untuk mencoba lebih tenang.
” Ada yang antum risaukan dengan status gurunya itu ?. Bukankah itu pekerjaan yang sangat mulia akhi Fajar ? “.

(lebih…)