Januari 2009


Minggu terakhir tahun 2008 kemarin saya iseng ingin membuat brownies kukus. Maklum, disini sering banget hujan pas sore hari..,, bawaannya pengen nyemil yang anget-anget melulu. Daripada kudu beli keluar, mending bikin cemilan sendiri khan.. Bikinnya juga pas anggota keluarga di rumah lagi lengkap (hari libur). Oh ya, resep brownies ini saya dapatkan dari salah seorang sahabat MP, Mbak Arum, dokter cantik yang pinter masak “Makasih ya Mbakku… daripada ngiler terus liat postingan resepnya Mbak, ya aku coba praktekkin aja langsung.. Jadi bisa nyicip rasanya dalam dunia nyata deh, hehehe… ” BTW rasanya emang lumayan enak lho.. keluarga saya terutama mama (yg biasanya bikin jajan nih), bilang begitu.. Nggak kalah sama brownies yang dijual di toko-toko.

Brokus chocolate cream-cheese

Sajian Sore ^_^

Nie dia resepnya… (lebih…)

Pas abis ikut aksi di Surabaya tgl 1 kemaren, saya mampir bersilaturahmi di rumah adek kos saya. Sholat, makan siang, kangen-kangenan dan dapet pinjeman buku, hehehe… Alhamdulillah, berkah silaturahmi… 🙂 Lagi asyik memandangi tembok ruang tengah kos, tiba-tiba saya melihat tulisan yang menarik perhatian saya dalam secarik kertas HVS yang ditempel disitu. Ternyata sebuah renungan motivasi untuk selalu bersyukur walaupun kita ditimpa kesusahan. Kemudian terbersitlah ide buat posting renungan ini di blog dengan meminta ijin terlebih dahulu pada si pemilik artikel ini :mrgreen: . Tanpa harus menulis ulang, langsung saya jepret deh ni tulisan dengan kamera *halah, tak mau susah nih sayah* Tapi bagaimanapun, pada akhirnya toh tetap harus mengetik ulang disini 😀 Semoga bermanfaat bagi kita semua…


Bersyukurlah

Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan….

Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?


Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu…

Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar…


Bersyukurlah untuk masa-masa sulit…

Di masa itulah kamu tumbuh…


Bersyukurlah untuk keterbatasanmu…

Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang…


Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru…

Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu…


Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat…

Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga…


Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih…

Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan…


Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik…

Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut…

Album : Tak Kenal Henti
Munsyid : Shoutul Harokah

Saat langit berwarna merah saga
Dan kerikil perkasa berlarian
Meluncur laksana puluhan peluru
Terbang bersama teriakan takbir

Semua menjadi saksi
Atas langkah keberanianmu
Kita juga menjadi saksi
Atas keteguhanmu

Ketika yahudi-yahudi membantaimu
Merah berkesimbah ditanah airmu
Mewangi harum genangan darahmu
Membebaskan bumi jihad palestina

Perjuangan telah kau bayar
Dengan jiwa, syahid dalam cinta-NYA

Bisa didenger  dan di-dunlut di MP saya sinih

sumber: http://www.liriknasyid.com

Ketika Cinta Bertasbih 2 Ketika Cinta Bertasbih 2 by Habiburrahman El Shirazy


My review

Subhanallah… tidak kalah dengan kedahsyatan AAC..

View all my reviews.

Lumayan lama saya tak posting blog 😀 Yah,, maklum.. jarang buka inet lewat kompie dan paling2 lebih suka ngenet lewat hape. Jarang nulis juga.. Kabel batere komputer saya (alias ces-cesan) lagi trouble minta dibetulin. Jadi dah lama pisan saya gak buka laptop.
Ah, sedih hati saya.. sungguh-sungguh prihatin (bukan karena masalah laptop). Tapi karena nasib saudara muslim kita di Palestina!!! Sungguh biadab Israel Laknatullah itu…. Mereka terus-menerus gencar melancarkan serangan di Jalur Gaza. Melakukan pembantaian besar-besaran. Hati saya sakit!!! Sakiiiiiit banget!! Perih.. Dan tiap kali melihat berita di Teve atau baca berita lewat internet, air mata ini selalu tak tertahankan untuk menetes. Di setiap selesai sholat aku juga menangis.. menangisi nasib para saudaraku disana.. Hati saudara mana yang tak sakit bila saudaranya disakiti.
Sudah 300 penduduk Palestina yang tewas dan 1500 lainnya luka2. Masjid-masjid, rumah-rumah menteri, terowongan penyimpanan bahan makanan, universitas Islam dibombardir oleh Israel. Para wanita dan bayi-bayi serta anak-anak pun tak luput dari serangan mereka. Memang tujuan mereka sebetulnya ingin menghabiskan umat Islam di Palestina, agar para calon-calon pejuang kecil tak tumbuh menjadi penerus perjuangan mujahid Palestina.
Lalu mau mengharapkan bantuan dari siapa? Siapa lagi yang bisa menolong kalau bukan kita sendiri, saudara seimannya. Tapi banyak yang cuek, banyak yang tak peduli. Bayangkan bila itu terjadi padamu. Kehilangan keluarga dan kematian menjemput kapan saja..

Ah, tak sempat bagiku untuk merayakan taun baru dengan senang2.. Tak ada. Hanya pas Taun Baru Hijriah kemarin aku merenung dan berdoa terutama untuk Palestina.. 😦 Aku lebih memilih tidur berselimut tebal karana hujan gemericik di luar ketika tahun baru masehi, dan baru terbangun ketika sepertiga malam terakhir. Aku menolak ajakan saudara sepupuku yang sedang mengadakan pesta barbeque. Ah,, aku tak mau bersenang-senang ketika para saudara Palestina-ku menderita. Untuk apa bersenang-senang di malam hari hingga bangun kesiangan dan lupa sholat subuh… Harusnya pergantian tahun digunakan untuk merenung dan me-muhasabah-i diri.. dan berharap tahun depan lebih baik lagi.. memperbaiki diri..

Dan awal tahun ini aku dengan penuh semangat ikut munashoroh (aksi) solidaritas Palestina di Grahadi Surabaya. Alhamdulillah dalam waktu kurang lebih 1-2 jam terkumpul-lah dana yang kami galang untuk Palestina sebesar 75 juta rupiah. Dan hari ini (tgl 2 Jan) acara munashoroh pun diadakan di Jakarta. Semoga semakin banyak doa, semakin banyak bantuan dan semakin banyak yang peduli dengan nasib Palestina.

Allah,,, aku yakin mereka para syuhada telah tersenyum bahagia bersama para bidadari surga dan menikmati keindahan Jannah-Mu yang tiada tara.. Buah-buahan yang nikmat dan sungai-sungai yang mengalir dibawahnya… Aku ingin melihat senyum mereka,, aku ingin bisa bertemu dan berkumpul bersama mereka kelak..

Allah,,, kirimkanlah pertolongan untuk mereka..
Aku yakin harapan itu masih ada..
Kirimkanlah tentara-Mu Ya Rabb untuk membalas kebiadaban Israel Laknatullah..

Dan pembalasanmu itu akan lebih dan lebih kejam dari mereka,, di akhirat kelak… pasti… Qta semua pasti akan menyaksikannya… dan waktu tak akan pernah kembali. Tak akan ada waktu untuk kembali lagi hidup di dunia untuk bertobat dan menyembah-Nya.. Yang ada hanyalah penyesalan.

Allah,, istiqomahkanlah aku agar terus berada di jalan-Mu. Terangilah hatiku dengan cahaya-Mu. Selama aku masih hidup di dunia ini,, semoga aku bisa terus memperbaiki diri dan bertaubat atas segala kesalahan dan dosa-dosa yang kulakukan..

Amiiin Allahumma Amiin…