Family


Bismillahirrahmanirrahim….

“Jika seorang hamba menikah, maka telah menjadi sempurnalah setengah agamanya. Maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allah pada sebahagian lainnya” (HR Al Hakim dan Ath-thabrani dari Anas bin Malik)


Insya Allah akan menikah….

Insya ALLAH akad nikah akan dilaksanakan pada tanggal: 4 Maret 2011 pukul 8.00 di Masjid Miftahul Abidin, Krian, Sidoarjo.

Info lebih lengkap, kunjungin web pernikahan saya 🙂
http://savitrihendrajaya.webnode.com

Mohon doanya yah, Temans 🙂

Iklan

Teruntuk malaikat yang telah menemaniku hidup di dunia ini…

gambar-ibu

Selamat Hari Ibu

22 Des

I’ll always love u, Mom…

Meskipun aku tahu,, rasa sayang ini belumlah sebanding dengan kasih sayangmu…. 😥

Di luar hujan deras sekali, dingin.. dan di sini (ruang duduk, red) saya sibuk mengetik sesuatu di notebook putih kecil saya sambil ditemani secangkir kopi hangat dan jagung bakar. Lagu Sheila On Seven ”Yang Terlewatkan” mengalun lembut di headset yang terhubung dengan notebook. Hmmm… apa yang ingin saya posting kali ini?? Bukan hujan, bukan kopi (khan dua-duanya udah pernah diposting disini ya..), bukan jagung bakar, bukan pula lagu yang sedang kudengarkan.. 😛 Trus?

Saya mau me-report acara jalan-jalan saya kemaren di Lamongan, tepatnya di WBL (Wisata Bahari Lamongan). Saya ingin memperkenalkan salah satu tempat wisata di Jawa Timur pada para pengunjung dunia maya.. Bagi yang tinggal di Jawa Timur mungkin udah gak asing dong dengan WBL, tapi buat yang tinggal di luar Jatim mungkin akan bertanya, ”Apa itu WBL 🙄 ? ” Oke.. simak cerita perjalanan saya ya.. Postingan ini juga sekaligus menjawab beberapa pertanyaan temen2 di Bandung, Malang dan Jember yg kemaren YM-an ma saya 😉 . Kebetulan pas di perjalanan saya nyalain YM di hape n make status mesej ’OTW ke Lamongan’. Jadinya pada banyak yang nanyain apa yang sedang saya tuju disana. Soto Lamongan-kah? Mancing lele-kah? Wkekeke.. :mrgreen:

Ini adalah pertama kalinya saya ke WBL, pasti da yang ngomong gini nih.. ”Haha.. ni orang baru pertama kali ke WBL? Kacian banget.. dah berapa taun sih tinggal di Jatim? Wong ya, kota tempat tinggalnya juga gak jauh dari Lamongan :mrgreen: ” Wkakaka… belum2 udah su’udzon, piye seh Atiq ini 👿 Husssh, dilarang su’udzon!! Maaph2! Sebenernya dulu2 udah sering diajakin ke sana oleh keluarga dan temen2, tapi saya-nya aja yang gak suempeet… berkutat terus ma kuliah en nyekripsi, jadi ya nolak terus. Kesempatan untuk mencoba berkunjung ke sana pun datang kembali dan itu adalah sekarang. Ayah ada acara kantor (perpisahan dua orang staf-nya yang pensiun), then saya dan mama diajakin juga deh.. Cuma kami nggak ikut rombongan bis kantor melainkan bawa kendaraan sendiri. Asyik khan, gak perlu sungkan ma orang-orang kantornya Ayah 😛 . Kapan lagi seh menjajal keluar bareng ortu dan berasa jadi anak tunggal :mrgreen: (adek2ku kuliah en sekolah jadinya mereka kagak ikut), ntar kalo dah kerja or ambil kul lagi (apalagi kalo dah merit 😳 ), mana bisa saya ngrasain suasana kekeluargaan seperti ini.. 🙄 Qe..qe..qe.. *lebay*. Tak menyia-nyiakan waktu jadi pengangguran (kata Bung Yodama, pesantren = pengangguran santai tapi keren). 😛

WBL (Wisata Bahari Lamongan), adalah wahana rekreasi semacam Dufan (Dunia Fantasi di Jakarta) dan Jatim Park (kalo di Malang). Bedanya, wahana rekreasi ini ada di dekat Tanjung Kodok, Lamongan. Jadi lokasi wahana rekreasinya ada di tepi pantai. WBL ini sama orang Jawa Timur sering disebut sebagai Jatim Park 2. Maklum adik kandungnya Jatim Park Malang :D. Permainannya nggak selengkap dan sekeren Dufan sih.. Tapi ada kelebihannya. Pemandangannya, keren!! Beach Beautiful View gitu…*memandang laut sambil membayangkan ada iringan lagu ”Pure Shores”-nya All Saints (OST-Beach)*. Yup, lautnya lebih bagus ketimbang Ancol. Subhanallah… gak henti-hentinya saya bertasbih ketika memandang pantai yang sedemikian tenang dan indah. Lautnya biruuu… (gak seperti Kenjeran Surabaya yang gak ada indah-indahnya, hehe.. soalnya pantai-nya kotor.. item dan banyak sampahnya..). Ya ampyiuuun… kapan ya Surabaya bisa punya pantai indah kayak gitu?? Pasti pas jaman baheula dulu… 🙄

Saya berangkat dari rumah pukul 07.30 melalui rute sebelah utara kota tempat tinggal saya (Krian, red). Lewat Legundi, trus Gresik (Cerme-Sedayu) dan akhirnya Lamongan. Perjalanan ini memakan waktu kurang lebih satu setengah jam-an. Jauh juga sih.. Tapi akan terasa lebih jauh lagi bila memilih jalur Krian-Surabaya-Gresik-Lamongan (perlu diketahui jarak Sby-Lamongan mencapai kurang lebih 70 km). Perjalanan yang seru. Jalan yang dilalui adalah jalan raya kecil yang sepi dan berkelok-kelok. Pada sisi kanan-kiri jalan terdapat banyak tambak ikan. Tepatnya adalah petak-petak persawahan yang beralih fungsi menjadi tambak. Jadi para peternak ikannya disebut sebagai petani tambak gitu. Ada banyak bukit di Gresik sini, terutama bukit kapur! Keren!! Yang belum pernah liat tambak dan bukit kapur bisa liat skrinsut dibawah ini..

Tambak Ikan

Tambak Ikan

Bukit Kapur

Bukit Kapur

Munsyid: Epicentrum

Bila yakin tlah tiba
Teguh di dalam jiwa
Kesabaran menjadi bunga
Sementara waktu berlalu
Penantian tak berarti sia-sia
Saat perjalanan adalah pencarian diri

Laksana Zulaikha
Jalani hari
Sabar menanti
Yusuf Sang Tambatan Hati
Di penantian mencari diri
Bermohonkan ampunan dipertemukan….

Reff:
Segera kan ku jemput engkau bidadari
Bila tiba waktu kutemukan aku, ya Ilahi Robbi..
Keras ku mencari.. diri, sepenuh hati
Teguhkanlah ku di langkah ini
Di pencarian hakikat diri
Dan ijinkan ku jemput bidadari
Tuk bersama menuju-MU,
mengisi hari

Kini yakin tlah tiba
Teguh di dalam jiwa
Kesabaran adalah permata
dan waktu terus berlalu

Penantian tak berarti  sia-sia
Saat perjalanan adalah pencarian diri

Laksana Adam dan Hawa
Turun ke bumi
Terpisah jarak waktu
di penantian mencari diri
Bermohonkan ampunan dipertemukan


Bidadari tlah menyentuh hati
Teduhkan nurani
Bidadari tlah menyapa jiwa
Memberikan makna

Nasyid ini spesial kupersembahkan untuk Mas sepupu-ku yang besok Jum’at akan melangsungkan akad nikahnya… 🙂

        Baarakallahu laka,
        wa baaraka 'alayka,
        wajama'a baynakumaa fii khoir...

        "Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan atasmu
        serta mengumpulkan kamu berdua [pengantin laki-laki dan perempuan]
        dalam kebaikan"

NB: Nasyid ini bisa didenger di MP saya sinih.. 

Aku dilahirkan dua puluh tiga tahun yang lalu di Mojokerto tepatnya di RS. Gathoel. Mama harus berjuang keras untuk melahirkanku. Antara hidup dan mati… karena aku tak segera juga mau keluar dan beliau harus merasakan perjuangan itu selama 3 hari. Bersyukur akhirnya di malam takbiran itu, aku, putri pertama mereka, bisa lahir dengan selamat.. Dan aku bisa membayangkan betapa lega dan bahagianya mamaku yang baru pertama kali merasakan menjadi seorang Ibu. Ayahku, kedua nenekku, dan seluruh keluarga besar kami menyambut Lebaran kali itu dengan penuh kebahagiaan. Subhanallah…

Kebahagiaan itu tak seberapa lama, disaat Mama masih senang-senangnya merawatku, beliau harus rela melepas kepergian ayah untuk kembali melanjutkan studinya di UGM Jogja yang belum selesai. Yah, ayahku memang menikahi mama ketika masih duduk di bangku kuliah. Bisa dibayangkan saat pengantin baru, mama diajak ayah jalan-jalan di Yogya muter-muter kampus dan diperkenalkan pada teman2 kosnya. .. seru banget sepertinya.. Dan disanalah mereka baru tau kalau Mama hamil muda karena muntah-muntah terus, hehe.. Lagi enak-enaknya makan gudeg, eh.. muntah.. Kasihan yah Mama.. Bawaan bayi nih. Selanjutnya mama pun tinggal dengan nenekku (kami memanggilnya Umi), sang ibu mertua dan menahan rasa rindunya pada ayah yang pulang dua minggu sekali. Belum genap usiaku mencapai 7 bulan, mama dinyatakan hamil lagi. Wuah.. belum selesai aku mendapatkan ASI dengan maksimal, adekku minta keluar juga ke dunia.. -P Tepat saat ayahku mau diwisuda dan pelantikan, pada saat itu pula mama melahirkan adikku ke dunia ini. Jadi detik-detik kelahiran adikku yang tepat pada tanggal 17 Agustus itu tak bisa disaksikan oleh Ayah. Beliau hanya mendengar dari keluarga besar kalau bayi yang dilahirkan mama adalah bayi laki-laki yang tampan sekali. Kulitnya putih bersih dan bermata sipit kayak anaknya orang Jepang. Jadinya panggilan waktu masih kecil dulu adalah Jepang, hehehe.. Dan karena kelahirannya di bulan Agustus, ia dinamakan Agus. Hmmm tak bisa membayangkan bagaimana repotnya mama merawat dua bayi sekaligus.

Poto kecilku (umur kurang lebih 1 th)

Poto kecilku (umur kurang lebih 1 th)

Si bayi Jepang (Agus) ketika umur 5 bulan
DSC01976 (lebih…)


Bismillah….

Ya, Allah…

Hamba sungguh bersyukur kepada-Mu

Telah menganugerahi hamba orang tua seperti mereka

Sayangilah mereka

Melebihi rasa sayangku kepada mereka

Dan seperti rasa sayang mereka terhadapku

Mereka… alhamdulillah sedang mengemban amanah

Yang engkau berikan

Untuk merawatku dan kedua adik laki-lakiku dengan baik

Dengan kasih sayang yang begitu besar

Hingga aku tak bisa menghitung

seberapa besar nilainya

Ya, Allah…

Pancarkanlah Nur-Mu kepada keluarga hamba

Berkahi dan rahmatilah mereka

Ampunilah segala dosa-dosanya

Terimalah amalan baik mereka

Dan tetapkanlah mereka pada jalan yang lurus

Ya Allah…

Hamba sangat bersyukur sekali memiliki kedua orang ini

Bagaimana hamba bisa membalas

Semua kebaikan dan kasih sayang mereka

Apakah bakti hamba telah cukup membalasnya?

Belum… Sangat belum…

Rasanya tak akan pernah sepadan

Yang ada malah hamba yang sering membuat mereka kecewa

Atau menyakiti hati dan perasaan mereka

Ya, Allah maafkanlah hamba…

Semoga engkau memperkenankan kami

Untuk bertemu dan berkumpul kembali

Di Surga-Mu kelak….

Amiiiiin.

NB:

Especially for my Mom, Terima kasih banyak atas perjuanganmu untuk melahirkan aku dengan susah payah (terpaksa menginap 3 hari di rumah sakit karena aku nggak keluar-keluar… T_T duh, gak bisa bayangin bagaimana sakitnya…) dan perjuangan untuk membesarkan aku plus adik-adik hingga segede ini… ^_^ (lebih…)