Curhat


Bismillahirrahmanirrahim….

“Jika seorang hamba menikah, maka telah menjadi sempurnalah setengah agamanya. Maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allah pada sebahagian lainnya” (HR Al Hakim dan Ath-thabrani dari Anas bin Malik)


Insya Allah akan menikah….

Insya ALLAH akad nikah akan dilaksanakan pada tanggal: 4 Maret 2011 pukul 8.00 di Masjid Miftahul Abidin, Krian, Sidoarjo.

Info lebih lengkap, kunjungin web pernikahan saya 🙂
http://savitrihendrajaya.webnode.com

Mohon doanya yah, Temans 🙂

Lumayan lama saya tak posting blog 😀 Yah,, maklum.. jarang buka inet lewat kompie dan paling2 lebih suka ngenet lewat hape. Jarang nulis juga.. Kabel batere komputer saya (alias ces-cesan) lagi trouble minta dibetulin. Jadi dah lama pisan saya gak buka laptop.
Ah, sedih hati saya.. sungguh-sungguh prihatin (bukan karena masalah laptop). Tapi karena nasib saudara muslim kita di Palestina!!! Sungguh biadab Israel Laknatullah itu…. Mereka terus-menerus gencar melancarkan serangan di Jalur Gaza. Melakukan pembantaian besar-besaran. Hati saya sakit!!! Sakiiiiiit banget!! Perih.. Dan tiap kali melihat berita di Teve atau baca berita lewat internet, air mata ini selalu tak tertahankan untuk menetes. Di setiap selesai sholat aku juga menangis.. menangisi nasib para saudaraku disana.. Hati saudara mana yang tak sakit bila saudaranya disakiti.
Sudah 300 penduduk Palestina yang tewas dan 1500 lainnya luka2. Masjid-masjid, rumah-rumah menteri, terowongan penyimpanan bahan makanan, universitas Islam dibombardir oleh Israel. Para wanita dan bayi-bayi serta anak-anak pun tak luput dari serangan mereka. Memang tujuan mereka sebetulnya ingin menghabiskan umat Islam di Palestina, agar para calon-calon pejuang kecil tak tumbuh menjadi penerus perjuangan mujahid Palestina.
Lalu mau mengharapkan bantuan dari siapa? Siapa lagi yang bisa menolong kalau bukan kita sendiri, saudara seimannya. Tapi banyak yang cuek, banyak yang tak peduli. Bayangkan bila itu terjadi padamu. Kehilangan keluarga dan kematian menjemput kapan saja..

Ah, tak sempat bagiku untuk merayakan taun baru dengan senang2.. Tak ada. Hanya pas Taun Baru Hijriah kemarin aku merenung dan berdoa terutama untuk Palestina.. 😦 Aku lebih memilih tidur berselimut tebal karana hujan gemericik di luar ketika tahun baru masehi, dan baru terbangun ketika sepertiga malam terakhir. Aku menolak ajakan saudara sepupuku yang sedang mengadakan pesta barbeque. Ah,, aku tak mau bersenang-senang ketika para saudara Palestina-ku menderita. Untuk apa bersenang-senang di malam hari hingga bangun kesiangan dan lupa sholat subuh… Harusnya pergantian tahun digunakan untuk merenung dan me-muhasabah-i diri.. dan berharap tahun depan lebih baik lagi.. memperbaiki diri..

Dan awal tahun ini aku dengan penuh semangat ikut munashoroh (aksi) solidaritas Palestina di Grahadi Surabaya. Alhamdulillah dalam waktu kurang lebih 1-2 jam terkumpul-lah dana yang kami galang untuk Palestina sebesar 75 juta rupiah. Dan hari ini (tgl 2 Jan) acara munashoroh pun diadakan di Jakarta. Semoga semakin banyak doa, semakin banyak bantuan dan semakin banyak yang peduli dengan nasib Palestina.

Allah,,, aku yakin mereka para syuhada telah tersenyum bahagia bersama para bidadari surga dan menikmati keindahan Jannah-Mu yang tiada tara.. Buah-buahan yang nikmat dan sungai-sungai yang mengalir dibawahnya… Aku ingin melihat senyum mereka,, aku ingin bisa bertemu dan berkumpul bersama mereka kelak..

Allah,,, kirimkanlah pertolongan untuk mereka..
Aku yakin harapan itu masih ada..
Kirimkanlah tentara-Mu Ya Rabb untuk membalas kebiadaban Israel Laknatullah..

Dan pembalasanmu itu akan lebih dan lebih kejam dari mereka,, di akhirat kelak… pasti… Qta semua pasti akan menyaksikannya… dan waktu tak akan pernah kembali. Tak akan ada waktu untuk kembali lagi hidup di dunia untuk bertobat dan menyembah-Nya.. Yang ada hanyalah penyesalan.

Allah,, istiqomahkanlah aku agar terus berada di jalan-Mu. Terangilah hatiku dengan cahaya-Mu. Selama aku masih hidup di dunia ini,, semoga aku bisa terus memperbaiki diri dan bertaubat atas segala kesalahan dan dosa-dosa yang kulakukan..

Amiiin Allahumma Amiin…

Di luar hujan deras sekali, dingin.. dan di sini (ruang duduk, red) saya sibuk mengetik sesuatu di notebook putih kecil saya sambil ditemani secangkir kopi hangat dan jagung bakar. Lagu Sheila On Seven ”Yang Terlewatkan” mengalun lembut di headset yang terhubung dengan notebook. Hmmm… apa yang ingin saya posting kali ini?? Bukan hujan, bukan kopi (khan dua-duanya udah pernah diposting disini ya..), bukan jagung bakar, bukan pula lagu yang sedang kudengarkan.. 😛 Trus?

Saya mau me-report acara jalan-jalan saya kemaren di Lamongan, tepatnya di WBL (Wisata Bahari Lamongan). Saya ingin memperkenalkan salah satu tempat wisata di Jawa Timur pada para pengunjung dunia maya.. Bagi yang tinggal di Jawa Timur mungkin udah gak asing dong dengan WBL, tapi buat yang tinggal di luar Jatim mungkin akan bertanya, ”Apa itu WBL 🙄 ? ” Oke.. simak cerita perjalanan saya ya.. Postingan ini juga sekaligus menjawab beberapa pertanyaan temen2 di Bandung, Malang dan Jember yg kemaren YM-an ma saya 😉 . Kebetulan pas di perjalanan saya nyalain YM di hape n make status mesej ’OTW ke Lamongan’. Jadinya pada banyak yang nanyain apa yang sedang saya tuju disana. Soto Lamongan-kah? Mancing lele-kah? Wkekeke.. :mrgreen:

Ini adalah pertama kalinya saya ke WBL, pasti da yang ngomong gini nih.. ”Haha.. ni orang baru pertama kali ke WBL? Kacian banget.. dah berapa taun sih tinggal di Jatim? Wong ya, kota tempat tinggalnya juga gak jauh dari Lamongan :mrgreen: ” Wkakaka… belum2 udah su’udzon, piye seh Atiq ini 👿 Husssh, dilarang su’udzon!! Maaph2! Sebenernya dulu2 udah sering diajakin ke sana oleh keluarga dan temen2, tapi saya-nya aja yang gak suempeet… berkutat terus ma kuliah en nyekripsi, jadi ya nolak terus. Kesempatan untuk mencoba berkunjung ke sana pun datang kembali dan itu adalah sekarang. Ayah ada acara kantor (perpisahan dua orang staf-nya yang pensiun), then saya dan mama diajakin juga deh.. Cuma kami nggak ikut rombongan bis kantor melainkan bawa kendaraan sendiri. Asyik khan, gak perlu sungkan ma orang-orang kantornya Ayah 😛 . Kapan lagi seh menjajal keluar bareng ortu dan berasa jadi anak tunggal :mrgreen: (adek2ku kuliah en sekolah jadinya mereka kagak ikut), ntar kalo dah kerja or ambil kul lagi (apalagi kalo dah merit 😳 ), mana bisa saya ngrasain suasana kekeluargaan seperti ini.. 🙄 Qe..qe..qe.. *lebay*. Tak menyia-nyiakan waktu jadi pengangguran (kata Bung Yodama, pesantren = pengangguran santai tapi keren). 😛

WBL (Wisata Bahari Lamongan), adalah wahana rekreasi semacam Dufan (Dunia Fantasi di Jakarta) dan Jatim Park (kalo di Malang). Bedanya, wahana rekreasi ini ada di dekat Tanjung Kodok, Lamongan. Jadi lokasi wahana rekreasinya ada di tepi pantai. WBL ini sama orang Jawa Timur sering disebut sebagai Jatim Park 2. Maklum adik kandungnya Jatim Park Malang :D. Permainannya nggak selengkap dan sekeren Dufan sih.. Tapi ada kelebihannya. Pemandangannya, keren!! Beach Beautiful View gitu…*memandang laut sambil membayangkan ada iringan lagu ”Pure Shores”-nya All Saints (OST-Beach)*. Yup, lautnya lebih bagus ketimbang Ancol. Subhanallah… gak henti-hentinya saya bertasbih ketika memandang pantai yang sedemikian tenang dan indah. Lautnya biruuu… (gak seperti Kenjeran Surabaya yang gak ada indah-indahnya, hehe.. soalnya pantai-nya kotor.. item dan banyak sampahnya..). Ya ampyiuuun… kapan ya Surabaya bisa punya pantai indah kayak gitu?? Pasti pas jaman baheula dulu… 🙄

Saya berangkat dari rumah pukul 07.30 melalui rute sebelah utara kota tempat tinggal saya (Krian, red). Lewat Legundi, trus Gresik (Cerme-Sedayu) dan akhirnya Lamongan. Perjalanan ini memakan waktu kurang lebih satu setengah jam-an. Jauh juga sih.. Tapi akan terasa lebih jauh lagi bila memilih jalur Krian-Surabaya-Gresik-Lamongan (perlu diketahui jarak Sby-Lamongan mencapai kurang lebih 70 km). Perjalanan yang seru. Jalan yang dilalui adalah jalan raya kecil yang sepi dan berkelok-kelok. Pada sisi kanan-kiri jalan terdapat banyak tambak ikan. Tepatnya adalah petak-petak persawahan yang beralih fungsi menjadi tambak. Jadi para peternak ikannya disebut sebagai petani tambak gitu. Ada banyak bukit di Gresik sini, terutama bukit kapur! Keren!! Yang belum pernah liat tambak dan bukit kapur bisa liat skrinsut dibawah ini..

Tambak Ikan

Tambak Ikan

Bukit Kapur

Bukit Kapur

Bingung dengan hati ini….

Entahlah…

Kenapa keraguan kembali menyergap…

Setelah sempat merasa mantap…


Pernahku bertanya pada-Nya

Tentang sesuatu…

Berkali-kali ku berkomunikasi dengan-Nya

Hingga mimpi itu datang

beberapa kali saja

Namun amat jelas sekali

Sesuatu yg sama…


Apakah itu jawaban terbaik dari-Mu, Ya Rabb..?

(lebih…)

Hmm.. akhir-akhir ini pembicaraan tentang jodoh dan pernikahan menjadi salah satu topik yang amat menarik dibahas oleh orang-orang terutama yg masih lajang dan seusia denganku.. Tak hanya teman-teman di sekitarku namun juga temen-temen nge-blog di MP (Multiply) pun lagi seru-serunya bahas ini. Rata-rata postingan mereka all about jodoh, nikah ataupun cinta.. Sebenarnya aku tak begitu mengerti tentang konsep jodoh. Bagiku itu adalah sebuah misteri. Hanya Allah-lah yang Maha Tahu masa depan seperti apa yang akan kita jalani selanjutnya dan dengan siapa nanti kita akan bersanding mengarungi bahtera hidup. Well, aku tak pernah bisa membayangkan siapa dan bagaimana rupa pangeranku kelak (ehm..!!) dan memang tak perlu dibayangkan bukan… Psssst…. kalau dibayangkan bisa-bisa zina hati!!! Hati-hatilah, syaitan amatlah lihai memasuki hati para manusia lajang dan membangun istana cinta di dalamnya. Membangun harapan-harapan semu dan membuat kita akan selalu berharap ’seseorang’ untuk menjadi jodoh kita. Lalu bila kita sudah terlanjur menaruh harapan terlalu tinggi pada seseorang tersebut, apa benar akan ikhlas bila dia ternyata bukan seseorang yang dipilihkan-Nya untuk kita???

(lebih…)

Sepuluh hari kemarin (tanggal 29 Oktober-7 November 2008) aku pergi ke Jakarta. Sebenarnya perjalanan ini adalah dalam rangka memenuhi panggilan tes tulis di LIPI Jakarta. Namun ada keinginan lain yang sempat terbersit di pikiran. Aku ingin jalan-jalan (merefresingkan diri) dan silaturahmi ke rumah teman. Maklum sudah lama juga aku tidak melakukan perjalanan jauh karena selama ini selalu berkutat dengan kuliah, praktikum, nge-lab, dan skripsi (makanan sehari-hari di kampus). Kok jadi aji mumpung gini ya… mentang-mentang ada kesempatan dapet ijin ke luar kota ^^ hu..hu.. dasar!

34

Lha tes LIPI-nya gimana toh?? Ehm.. sebenarnya kemarin aku iseng ngirim lamaran ke LIPI. Tak ada bayangan ntar bakalan dipanggil tes ke Jakarta atau gimana.. khan nyoba2.. agak ragu juga, jadi ikut atau gak ya.. Disamping seleksi yang ketat banget ada hal yang agak mengganjal di hati, kalo diterima di LIPI kudu mau ditempatkan di seluruh wilayah di Indonesia (pastinya ortu agak berat niih) dan bila nggak diambil bakalan kena denda 10 juta. Trus di sisi lain juga ada beberapa tawaran kerja non PNS yang prospeknya cukup bagus. Jadi bingung Kok nggak sreg gini ya… Akhirnya aku berdoa aja, terserah Allah mana yang terbaik untukku. Dia-lah yang Maha Tahu. Kalo emang jalanku di LIPI ya udah.. dijalani dengan baik. Tapi kalo nggak, masih banyak jalan lain yang terbentang… Pasti ada jalan rizki dan tempat untukku yang menurut-Nya tepat untuk mengamalkan ilmu. So, kutetapkan dalam hati jangan menaruh harapan terlalu tinggi pada sesuatu. Karena Allah tak selalu memberi apa yang kita harapkan akan tetapi Dia memberi apa yang kita butuhkan.Yang penting usaha dan berdoa.. 🙂 Ke Jakarta, ikut aja deh.. mencoba apa salahnya!! Ya khan..?

dsc02098

jakarta (lebih…)

Mengemis Kasih yang dinyanyikan The Zikr (bisa diliat disini) merupakan nasyid pertama yang saya dengar saat masih baru duduk di awal bangku kuliah. Beberapa teman laki-laki seangkatan yang mulai ikut tarbiyah sering sekali menyenandungkan nasyid ini. Pertamanya saya yg ketika itu masih ‘awam’ jadi sedikit terbuka karena terbiasa mendengarnya dan pada akhirnya saya pun merenungi liriknya.. Masya Allah.. benar juga, dosa-dosaku menggunung tinggi T_T.. Oh, Tuhanku.. ingin sekali ku memperbaiki diri dan bertaubat.. Betapa besar nikmat yang kau berikan padaku.. Apa yg kubutuhkan selalu terpenuhi, aku punya keluarga utuh yang menyayangiku, dan apa yang engkau karuniakan padaku begitu banyak sedangkan disana masih banyak teman-teman yang lebih membutuhkannya. Sungguh betapa kurang bersyukurnya aku.. >_<
Perlahan tapi pasti akhirnya saya pun mulai menyukai nasyid. Saya juga sering baca-baca buku tentang keislaman.. diskusi dengan mereka yang lebih paham. Dikelilingi oleh teman-teman yang shalih. Kebetulan waktu itu saya bersahabat dengan Wina dan Marin. Kami pun diajak kakak-kakak kelas untuk ikut kajian dan ngaji. Pertamanya sih iseng-iseng aja nyoba.. toh, jiwa ini memang butuh siraman rohani. Namun seiring dengan waktu.. dan proses yang tidak sebentar, pintu hati ini mulai terbuka dan mulai merasakan cahaya-Nya menelusup ke dalam relung jiwa. Subhanallah…
Jujur saya bukanlah orang yang mudah begitu saja ikut-ikutan (baca: mbebek) dan tidak mudah langsung menerima atau terpengaruh. Saya selalu berusaha memilah dan mencerna ilmu yang saya dapat terlebih dahulu.. apakah memang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah atau tidak. Dan bila memang itu tertuang dalam Al-Quran dan Sunnah saya mulai mengaplikasikannya dalam kehidupan. Toh, ilmu itu jangan hanya dipahami secara teori saja tapi kudu diamalkan dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. (lebih…)

Laman Berikutnya »