Mei 2008


Membaca judul di atas mungkin Anda bertanya-tanya, apakah saya tak salah tulis. Anda mungkin berkata, ”Bukankah akan lebih berbahagia kalau kita sama sekali tak punya masalah?” Kalau demikian, Anda salah besar! Dimana ada kehidupan, disitu pasti ada permasalahan. Namun, tahukah Anda bahwa di balik setiap masalah terkandung suatu peluang emas dan kesempatan yang besar untuk maju?
Ada kata-kata bijak dari Norman V Peale yang patut Anda renungkan. Dalam bukunya You Can If You Think You Can, ia mengatakan, ”Apabila Tuhan ingin menghadiahkan sesuatu yang berharga, bagaimanakah Ia memberikannya kepada Anda? Apakah Ia menyampaikan dalam bentuk suatu kiriman yang indah dalam nampan perak? Tidak! Sebaliknya Tuhan membungkusnya dalam suatu masalah yang pelik, lalu melihat dari jauh apakah Anda sanggup membuka bungkusan yang ruwet itu, dan menemukan isinya yang sangat berharga, bagaikan sebutir mutiara yang mahal harganya yang tersembunyi dalam kulit kerang.” (lebih…)

Message: Kaum feminis bilang susah jadi wanita ISLAM,
lihat saja peraturan dibawah ini :

1 Wanita auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki.
2 Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3 Wanita saksinya kurang berbanding lelaki.
4 Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki.
5 Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6 Wanita wajib taat kepada suaminya tetapi suami tak perlu taat pd isterinya.
7 talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.
8 Wanita kurang dalam beribadat karena masalah haid dan nifas yg tak ada pada lelaki.

makanya mereka nggak capek-capeknya
berpromosi untuk “MEMERDEKAKAN WANITA
ISLAM”

Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya)??

Benda yg mahal harganya akan dijaga dan dibelai
serta disimpan ditempat yg teraman dan terbaik.
Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar
terserak bukan?

Itulah bandingannya dgn seorg wanita. Wanita
perlu taat kepada suami tetapi lelaki wajib taat
kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya.
Bukankah ibu adalah seorang wanita?

Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki tetapi
harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu
diserahkan kepada suaminya, manakala lelaki
menerima pusaka perlu menggunakan hartanya
untuk isteri dan anak-anak.

Wanita perlu bersusah payah mengandung dan
melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan
oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh
makhluk ALLAH di mukabumi ini, dan matinya jika
karena melahirkan adalah syahid.

Di akhirat kelak, seorang lelaki akan
dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita ini:
Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan
saudara perempuannya.

Manakala seorang wanita pula, tanggungjawab
terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki ini:
Suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara
lelakinya.

Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga
melalui mana mana pintu Syurga yang disukainya
cukup dengan 4 syarat saja : Sholat 5 waktu,
puasa di bulan Ramadhan, taat suaminya dan
menjaga kehormatannya.

Seorang lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi
wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan
tanggungjawabnya kepada ALLAH akan turut
menerima pahala seperti pahala org pergi
berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat
senjata.

Masya ALLAH … demikian sayangnya ALLAH
pada wanita …. kan?

Sumber: Fahrudin Hariyadi

Di dalam kehidupan ini, pastinya selalu ada episode berhasil dan episode gagal. Namun, akan lebih baik jika kita selalu optimis menjalaninya. Jika dalam pikiran kita selalu muncul pikiran optimis, sendi-sendi dan semua elemen penyusun tubuh ini akan bergerak bersama-sama mengikuti pikiran kita.

Namun, ketika dalam diri kita ini dipenuhi jiwa kegelisahan, maka semua elemen tubuh kita akan loyo untuk melakukan sesuatu. Dan selalu saja, daftar orang-orang yang sukses itu, dijejali dengan orang-orang yang berjiwa optimis. Kita pun semestinya bisa melakukan hal itu, optimis.

Yang diperlukan dalam perjalanan hidup kita ini adalah menjalaninya dengan sepenuh hati, bertawakal kepada Allah dan juga berusaha. Sebagai seorang muslim, lantas kita berkeyakinan bahwa apa yang kita kerjakan ini ada nilainya bagi dunia dan akhirat.

Dan orang-orang yang semacam ini dikatakan oleh Allah “wa laa qoufun ‘alaihim walaa yahzanuun”, dan tidak ada kekhawatiran dan sedih hati pada diri mereka.

(tidak demikian) bahkan Barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, Maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (QS. Al-Baqarah: 112). (lebih…)

Pengumpulan naskah skripsi musti dikumpulin tanggal 13 Juni besok. Otomatis aku yang masih berkutat dengan penelitian skripsi yang tak kunjung berhasil, merasa ketar-ketir. Sampe detik ini udah mengalami tiga kali kegagalan.. Wow! Tapi kata temen2 hal itu wajar, karena ada yang sampe ngalamin 21 kali kegagalan. V_V Terbersit dalam pikiranku apa aku musti ambil satu semester lagi kalo hasil penelitiannya kayak gini terus.

Mikroba fitopatogen yang harus aku uji dengan larutan ekstrak lumut Dumortiera sp. ada 2 macam yaitu Xanthomonas oryzae dan Fusarium solanii. Nah, yang paling sering bikin kesel ya saat numbuhin Xanthomonas oryzae, bakteri ini bolak-balik terkontaminasi sama beberapa mikroba lain. Halo (diameter hambatan) yang aku inginkan juga ndak muncul-muncul. Target yang telah aku petakan jadi tertunda terus.. pekerjaan baru nambah, memurnikan mikroba yang terkontaminasi dalam sampel bakteriku. (lebih…)

Liburan kemarin mama agak kurang sehat. Beliau pun mempercayakan aku untuk memasak masakan untuk keluargaku pada hari itu. Lalu aku berinisiatif untuk memasak yang simpel aja, sup daging sapi.. khan tinggal cemplung-cemplung, hehe.. Di kos juga kadang-kadang masak sup cuman lebih sederhana (ndak pake daging atau kaldu, maklum anak kosan, hemat…). Mungkin ada banyak berbagai resep cara membuat sup dan tiap orang pasti juga punya cara tersendiri dalam mengolah masakannya, dan ini (ehm..) adalah resep ala saya sendiri 🙂 , agak beda dikit dengan yang dibuat sama mama.

Bahan:

  • 750 ml kaldu daging sapi
  • 250 gram daging sapi
  • 3 buah wortel, potong-potong dadu
  • 2 buah kentang, potong-potong dadu
  • 2 buah tahu, potong-potong dadu
  • 2 batang daun seladri, ikat atau cincang halus
  • 1 batang bawang prey, potong-potong
  • 4 siung bawang putih
  • 5 siung bawang merah
  • 250 ml air
  • ½ sdt merica bubuk
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya

Cara Membuat:

  1. Rebus daging sapi dengan air sebanyak 1 liter dan masak hingga dagingnya lunak, sisihkan kaldunya.
  2. Daging sapi dipotong-potong dadu.
  3. Haluskan bawang putih, bawang merah, garam, dan merica.
  4. Panaskan wajan penggorengan dan tumis bumbu tersebut bersama bawang prey hingga harum.
  5. Panaskan kaldu daging sapi dan tambahkan air. Kemudian masukkan wortel kedalamnya.
  6. Masukkan tumisan bumbu tadi kedalamnya. Aduk-aduk.
  7. Masukkan kentang, seledri, daging sapi dan tahu.
  8. Agar lebih terasa, tambahkan gula dan garam secukupnya atau sesuai selera. Masak hingga matang. Angkat.

Saran Penyajian: Bisa dihidangkan dengan lauk ikan, tahu dan tempe goreng serta sambal kecap


Untuk 5 porsi

Resep and photo by: Atik Savitri


Bismillah….

Ya, Allah…

Hamba sungguh bersyukur kepada-Mu

Telah menganugerahi hamba orang tua seperti mereka

Sayangilah mereka

Melebihi rasa sayangku kepada mereka

Dan seperti rasa sayang mereka terhadapku

Mereka… alhamdulillah sedang mengemban amanah

Yang engkau berikan

Untuk merawatku dan kedua adik laki-lakiku dengan baik

Dengan kasih sayang yang begitu besar

Hingga aku tak bisa menghitung

seberapa besar nilainya

Ya, Allah…

Pancarkanlah Nur-Mu kepada keluarga hamba

Berkahi dan rahmatilah mereka

Ampunilah segala dosa-dosanya

Terimalah amalan baik mereka

Dan tetapkanlah mereka pada jalan yang lurus

Ya Allah…

Hamba sangat bersyukur sekali memiliki kedua orang ini

Bagaimana hamba bisa membalas

Semua kebaikan dan kasih sayang mereka

Apakah bakti hamba telah cukup membalasnya?

Belum… Sangat belum…

Rasanya tak akan pernah sepadan

Yang ada malah hamba yang sering membuat mereka kecewa

Atau menyakiti hati dan perasaan mereka

Ya, Allah maafkanlah hamba…

Semoga engkau memperkenankan kami

Untuk bertemu dan berkumpul kembali

Di Surga-Mu kelak….

Amiiiiin.

NB:

Especially for my Mom, Terima kasih banyak atas perjuanganmu untuk melahirkan aku dengan susah payah (terpaksa menginap 3 hari di rumah sakit karena aku nggak keluar-keluar… T_T duh, gak bisa bayangin bagaimana sakitnya…) dan perjuangan untuk membesarkan aku plus adik-adik hingga segede ini… ^_^ (lebih…)