Mei 2009


Dua minggu sudah nenek (ibunya mama) terbaring di ICU rumah sakit. Koma dan sesekali tersadar. Beliau mengidap penyakit stroke dan darah tinggi. Aroma kematian terasa begitu dekat sekali.

Jumat kemarin adalah hari terakhir saya menjenguk dan melihat beliau. Air mata saya tak kuasa menggenang di pelupuk mata ketika saya membisikkan permintaan maaf jika pernah berbuat salah atau pernah menyakiti hati beliau semasa hidupnya… walaupun saya tahu beliau koma, tapi saya yakin beliau mendengarnya. Seperti firasat bahwa ini adalah terakhir..

“Mbah, ini Vitri.. Mbah… Vitri yakin Mbah bisa denger suara Vitri.. Vitri minta maaf kalo Vitri pernah berbuat salah atau menyakiti hati Mbah.. Mbah ingat Allah terus, yah… Ingat Allah terus….. Vitri sayaaaaang banget sama Mbah…..”, bisikku pelan…. dan tak kuasa air mataku tumpah melihat kondisi beliau yang semakin memburuk….

Allah ampuni segala khilaf nenekku dan ambillah secara khusnul khotimah jika engkau menghendakinya atau jika belum saatnya, sembuhkanlah beliau..

Dan tadi jam 2 malam, ketika saya sedang tidur dan bermimpi akan mengerjakan sholat, mama membangunkan saya..
“Vit… bangun… Mbah Pupa sudah nggak ada, Vit… Mbah sudah nggak ada….”

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un….

Telah meninggal dunia nenek (Masfufah) dalam usia 74 tahun.
Semoga semua amal baik beliau diterima Allah, diampuni segala khilafnya dan dilapangkan kuburnya… Semoga beliau termasuk ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang shalih dan menempatkan beliau di dalam Jannah-Nya yang indah….

Amiiiin Allahumma Amiiin……

*Nenek, aku sayang sama nenek.. Semoga Allah mempertemukan kita kelak di tempat terindah ya, Nek….

Jodoh memang rahasia ilahi. Orang yang mendapatkan jodoh, sesungguhnya bukan mendapatkan apa yang dia cari, tapi sekadar menjemput apa yang Allah beri. Karena jodoh adalah bagian dari rezeki. Ia bisa berlari saat dikejar, dan mendekat saat tak dicari. Tapi, kadang kala ia tak bergeming saat dikejar, dan menjauh saat dibiarkan. Misterius.

Ada orang yang menemukan jodohnya justru karena mendekam di balik jeruji penjara. Tempat seseorang dieksekusi dengan pengucilan. Interaksinya dengan orang lain selain dengan penghuni atau petigas penjara dibungkam bisu. Namun ia akhirnya menikah justru dengan salah seorang polwan yang ikut menggiringnya ke penjara. Aneh? Tidak juga.

Dalam kasus lain, seorang pria yang usianya sudah menginjak 40 tahun masih men-jomblo. Sebuah peperangan antarsuku memaksanya berimigrasi ke negeri asing. Di negeri itu ia hanya cukup mendekam 2 bulan saja, untuk kemudian menikahi seorang wanita cantik yang baik dan shalihah. Ia sama sekali tak menyadari, bahwa sang jodoh menantinya di negeri seberang, sehingga hanya dengan imigrasi yang tak pernah ia bayangkan itu, ia baru bertemu dengan jodohnya.

Tak ada yang aneh dengan semua kejadian itu. Selama itu soal jodoh, semua bisa mendapatkan atau tidak mendapatkan pasangan yang sama sekali tak pernah diduganya. Meski demikian, tentu, mencari jodoh tetaplah disyariatkan.

Mencari dan menjemput jodoh (khusus perempuan) bisa ditempuh dengan tiga cara:

Pertama, usaha secara fisik.
Yaitu mencari pria shalih yang layak menjadi suami, yang mampu bukan saja mendampingi sebagai suami, tapi juga mampu membimbing untuk menjadi muslimah yang lebih baik dari hari ke hari.
Dalam menempuh jalan pertama ini, bulatkan niat untuk mencari sosok pria idaman yang betul-betul akan membawa menuju kebahagiaan hakiki. Niscaya Allah akan membimbing kea rah jodoh itu, cepat atau lambat. Karena dengan apa yang diniatkajn, seseorang akan digiring menuju takdirnya.

Kedua, usaha berupa doa dan munajat.
Allah berfirman, ”Dan apabila hamba-Ku bertanya tentang tentang Aku, maka jawablah bahwa Aku dekat. Aku akan mengabulkan doa orang-orang yang berdoa kepada-Ku…” [QS. Al-Baqarah: 186]
Doa adalah senjata orang beriman. Jangan merasa bosan berdoa meski secara lahiriah doa itu belum terkabul. Yakinlah bahwa Allah mendengar apa yang kita pinta.
Tambahkanlah dengan memperbagus shalat, banyak beribadah, berdzikir, dan rajin mengaji serta mempelajari Islam. Mendekatlah kepada lingkungan orang-orang shalih. Karena di lingkungan itu, seseorang akan diminati karena keshalihannya. Beda dengan di lingkungan masyarakat umum, biasanya orang lebih diminati karena penampilannya. Ingat, bahwa jodoh Allah itu kebanyakan akan mempertemukan sepasang manusia, yang shalih dengan yang shalih, yang tidak shalih dengan yang tidak shalih. Kalau mau mendapat suami yang baik, shalih dan berbudi, jadilah wanita muslimah yang shalihah.
Sabda Rasulullah, ”Roh-roh itu bagaikan tentara-tentara yang berbaris. Siapa saja di antara mereka yang saling mengenal, akan saling mengakrabi. Dan siapa saja di antara mereka yang tidak saling mengenal, akan saling menjauhi.” [HR. Al-Bukhari dalam shahih-nya, kitab Al-Anbiyaa’, bab Roh-roh yang berbaris, hadits No. 2638]

Ketiga, dengan kesabaran dan ketabahan.
Allah berfirman, ”Dan jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya yang demikian itu amat berat kecuali bagi orang-orang yang yang khusyu’, yaitu orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Rabb-nya, dan mereka akan kembali pada-Nya…” [QS. Al-Baqarah: 45]
Kita harus menyadari bahwa bila kita baik, Allah akan memperlakukan kita dengan baik. Bila kita bertawakal kepada Allah, maka dengan keshalihan dan ketaatan kita kepada Allah, niscaya Allah akan mencarikan jodoh yang sesuai dengan kita. Bisa jadi tidak sebentar, karena Allah sedang menguji kita. Allah sedang ’berbicara’, apakah kita bersabar dan ikhlas dalam beribadah kepada-Nya?

Disadur dari majalah Nikah, Volume 07, 15 Juni – 15 Juli 2008

Artikel ini kudapat dari Mbak Ovis di sinih

Makasih banyak Mbak Ovis atas bagi2 artikel ilmunya… 🙂

dsc02529

Dessert yang satu ini sebenarnya adalah pudding cokelat seperti kebanyakan, hanya saja yang membedakan.. pudding cokelat ini rasanya gurih karena mempergunakan bahan dasar santan dan air kelapa. Rasanya pun semakin lumer ketika disajikan dengan saus vla. Cobain yuk 😉 …!

Bahan Agar-agar:

1. 3 bungkus agar-agar putih

2. 350 gram gula pasir

3. 1200 ml santan

4. 700 ml air kelapa

5. 300 ml susu cair

6. 2 sdm cokelat bubuk, diaduk dengan 100 ml air panas

7. 1 sdt garam

8. 1 sdt vanili atau 2 lembar daun pandan wangi

Bahan Vla:

1. 300 ml susu cair

2. 100 gram gula

3. 2 sdm maizena, dilarutkan dalam 100 ml air hangat

4. 1 sdm mentega

Cara Membuat:

1. Masukkan gula, agar-agar, air kelapa, santan, garam, vanili dan susu cair ke dalam panci. Didihkan diatas kompor sambil diaduk-aduk.

2. Apabila adonan telah mendidih, angkat.

3. Siapkan loyang besar dan masukkan setengah adonan kedalamnya. Lalu sisanya tetap sisihkan di dalam panci.

4. Masak sisa adonan diatas kompor dan tambahkan larutan cokelat bubuk, aduk-aduk hingga mendidih. Angkat dan sisihkan.

5. Bila adonan putih dalam loyang sudah setengah mendingin, masukkan adonan cokelat kedalamnya.

6. Untuk membuat saus vla, campur susu, gula, larutan maizena dan mentega dalam panci, lalu panaskan diatas kompor sambil diaduk-aduk. Masak hingga mendidih. Angkat.

7. Hidangkan pudding yang telah mendingin (bisa dimasukkan ke dalam lemari es) dengan saus vla.