Oktober 2008


Sesuai dengan request-nya Ummurifqi beberapa hari lalu, saya ingin berbagi resep mengolah daging sapi menjadi lauk empal gepuk yang dibumbu manis. Lauk ini cukup menjadi favorit dalam keluarga kami terutama saya dan kedua adik laki-laki di rumah. Dulu kalo kami berkumpul, mama sering banget masak empal gepuk, ayam, atau hati sapi yang dibumbu manis. Dalam waktu sekejap pun langsung ludes.. 😀 Dan sekarang mama udah mewariskan resep itu sehingga saya kalo kepingin bisa bikin kapan aja kalo bahannya tersedia 😉

(lebih…)

Iklan

Allah menyiapkan waktu-waktu istimewa dalam kehidupan kita
Janganlah menyia-nyiakan kesempatan itu
Lakukanlah ibadah dengan semaksimal mungkin..
Waktu yang penuh rahmat dan berkah
Dimana Allah akan memberikan bonus untuk kita
Menghapuskan dosa-dosa kala kita memohon ampunan
Dan mengabulkan doa-doa kala kita memintanya
(lebih…)

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk

Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Ya Allah

Kami berlindung kepada-Mu dan memohon kepada-Mu sesuatu yang kami tidak mengetahui hakikatnya

Ya Allah

Kami telah menganiaya diri kami sendiri

Dan sekiranya Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami

Niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi

Wahai Allah Yang Maha Agung,

Ampunilah seluruh dosa kami

Tutupi dan hapuskan segala aib dan kesalahan kami

Dan berikan kepada kami kesanggupan untuk mengubah dan memperbaiki diri menjadi lebih baik

Karuniakanlah kepada kami akhlaq yang mulia

Pribadi yang indah dan terpelihara

(lebih…)

Mengemis Kasih yang dinyanyikan The Zikr (bisa diliat disini) merupakan nasyid pertama yang saya dengar saat masih baru duduk di awal bangku kuliah. Beberapa teman laki-laki seangkatan yang mulai ikut tarbiyah sering sekali menyenandungkan nasyid ini. Pertamanya saya yg ketika itu masih ‘awam’ jadi sedikit terbuka karena terbiasa mendengarnya dan pada akhirnya saya pun merenungi liriknya.. Masya Allah.. benar juga, dosa-dosaku menggunung tinggi T_T.. Oh, Tuhanku.. ingin sekali ku memperbaiki diri dan bertaubat.. Betapa besar nikmat yang kau berikan padaku.. Apa yg kubutuhkan selalu terpenuhi, aku punya keluarga utuh yang menyayangiku, dan apa yang engkau karuniakan padaku begitu banyak sedangkan disana masih banyak teman-teman yang lebih membutuhkannya. Sungguh betapa kurang bersyukurnya aku.. >_<
Perlahan tapi pasti akhirnya saya pun mulai menyukai nasyid. Saya juga sering baca-baca buku tentang keislaman.. diskusi dengan mereka yang lebih paham. Dikelilingi oleh teman-teman yang shalih. Kebetulan waktu itu saya bersahabat dengan Wina dan Marin. Kami pun diajak kakak-kakak kelas untuk ikut kajian dan ngaji. Pertamanya sih iseng-iseng aja nyoba.. toh, jiwa ini memang butuh siraman rohani. Namun seiring dengan waktu.. dan proses yang tidak sebentar, pintu hati ini mulai terbuka dan mulai merasakan cahaya-Nya menelusup ke dalam relung jiwa. Subhanallah…
Jujur saya bukanlah orang yang mudah begitu saja ikut-ikutan (baca: mbebek) dan tidak mudah langsung menerima atau terpengaruh. Saya selalu berusaha memilah dan mencerna ilmu yang saya dapat terlebih dahulu.. apakah memang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah atau tidak. Dan bila memang itu tertuang dalam Al-Quran dan Sunnah saya mulai mengaplikasikannya dalam kehidupan. Toh, ilmu itu jangan hanya dipahami secara teori saja tapi kudu diamalkan dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. (lebih…)

Mari sejenak kita perhatikan, berbagai fakta ini,

Ada pohon yang bisa memberikan manfaat kepada manusia, dan ada juga pohon yang sama sekali tidak ada gunanya. Ada pohon yang bisa berguna sebagai makanan atau bahkan sebagai obat, tapi ada juga pohon yang justru menjadi beban dan membawa penyakit.

Ada pohon yang akarnya begitu kuat mencengkram tanah dan dahannya tinggi menjulang ke langit, sementara ada pula pohon yang akarnya lemah, batangnya kurus dan tidak bisa berdiri tegak.

Ada pohon yang begitu indah dan menarik orang untuk melihatnya, tapi ia hanya layak untuk menjadi pajangan atau hiasan saja.

Ada pohon yang batangnya kokoh dan akarnya kuat sehingg ia mampu melawan terpaan angin. Tapi ada yang hanya dengan tiupan angin perlahan, ia sudah tumbang.

Diantara pohon-pohon itu manakah yang mempunyai kemiripan sifat-sifatnya dengan kita? Siapakah kita? Pohon yang menebar manfaatkah, atau pohon yang justru menebar penyakit? Pohon yang kuat dan kokohkah, atau pohon yang lemah dan tak memiliki akar? Pohon yang indah dan menarik sajakah, tapi hanya sebagai hiasan belaka? Pohon yang kuat melawan terpaan anginkah, atau pohon yang mudah patah oleh sekedar tiupan?

Boleh jadi sekarang kita masih menjadi pohon yang lemah dan mudah patah, belum bisa bermanfaat serta masih sekedar hiasan. Tapi dalam kebersamaan ini, kita akan menempa diri untuk menjadi pohon yang indah, dahannya kuat, menjulang, kokoh, dan menebar manfaat. Yang dirindukan dikala terik dan hujan…
“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” (QS. Ibrahim : 24-25).

Keimanan manusia tidak selamanya bisa berjalan pada satu garis lurus.. Ada kalanya keimanan itu naik tapi ada kalanya turun.. begitu juga pada saat penerapan dan pelaksanaan akidah agama. Ada kalanya malas dan ada kalanya terlalu rajin.. Gimana sih cara menjaga iman kita agar tetap stabil? Trus gimana juga cara menjaga hati kita agar tetap bersih dan bisa mempunyai hati seluas samudera yang bisa ikhlas menerima apapun yang terjadi dengan mengharap ridha’ Allah…
Tips-tips dari link tetangga berikut semoga bisa menjadi jalan agar kita bisa tetap menjaga kestabilan iman kita..

1. Menanam pemahaman yang benar, kuat dan dalam

Aqidah dan pemahaman Islam itu ibarat tumbuhan, bila tidak memiliki akar yang kuat menghujam ke dalam bumi, maka dia tidak akan bisa tegak berdiri. Angin sepoi-sepoi yang berhembus sudah dapat membuatnya roboh. Sebaliknya, pohon yang akarnya menghujam kebumi tidak akan bergerak meski angin ribut bercampur badai mengamuk. (lebih…)

Bismillahirrahmanirrahim..

Setiap muslim pasti bercita-cita untuk mendapatkan cinta Allah. Sebab bila kita sudah menjadi kekasihNya, seluruh kebaikan duniawi dan ukhrawi bisa kita gapai dengan mudah.
Persoalannya, bagaimana agar cita-cita tersebut menjadi kenyataan? Sesungguhnya banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menggapai cintaNya, diantaranya adalah:

Pertama
Membaca, memahami, dan mengamalkan Al Qur’an. Cara ini akan melahirkan cinta dan kerinduan kepadaNya, syukur dan sabar, tawadhu (rendah hati) dan khusyu, serta seluruh sifat yang bisa mengantarkan pada cinta dan ridhaNya. (Ibnu Rajab, Ikhtiyar Al Ula, hal 114)

Ini adalah sebuah kitab yang Kami (Allah) turunkan kepadamu, yang didalamnya penuh berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya mendapatkan pelajaran orang-orang yang mau menggunakan akalnya”. (QS Shaad ayat 29)

Al Qur’an adalah kitab suci yang harus difahami, bukan sekedar dibaca. Fakta menunjukkan, banyak yang rajin membaca Al Qur’an tapi tidak faham isinya, sehingga tidak bersemangat untuk mengamalkannya. Untuk itu, biasakan juga membaca terjemahannya untuk membantu pemahaman. Pengalaman menunjukkan, awalnya memang agak susah mencerna maksud terjemahan Qur’an, namun kalau kita sering membacanya, lama kelamaan akan mudah memahaminya. Sebenarnya ini berlaku untuk semua ilmu, kalau kita tidak pernah membaca buku-buku psikologi misalnya, akan susah mencerna isinya, tapi kalau sudah sering, insya Allah kesulitan ini bisa diatasi. Saat membaca Al Qur’an, para sahabat mengutamakan pemahaman dan implementasi/pengamalan. (lebih…)

Laman Berikutnya »