Juli 2008



Berdasarkan penelitian ekstensif tentang siklus fisiologi, ditemukan bahwa setiap fungsi tubuh memiliki irama aktivitas biologi yang bekerja secara sistematis dalam siklus atau putaran 24 jam tanpa henti. Proses pencernaan sendiri terdiri dari tiga siklus yang didasarkan pada tiga fungsi tubuh, yaitu menyerap (sari-sari makanan), mencerna (zat-zat makanan), dan membuang (sampah-sampah makanan). Meskipun ketiga fungsi tersebut bekerja aktif secara simultan (terus-menerus), setiap delapan jam sehari masing-masing lebih intensif dibandingkan siklus-siklus lainnya.

Pukul 12.00 – 20.00 : PENCERNAAN
Pukul 20.00 – 04.00 : PENYERAPAN
Pukul 04.00 – 12.00 : PEMBUANGAN

Siklus pencernaan sangat intensif antara pukul 12.00 (tengah hari) dan pukul 20.00 (8 malam). Pada siklus ini energi tubuh lebih banyak dipusatkan ke fungsi pencernaan. Sepanjang siklus ini merupakan saat yang tepat untuk mengisi lambung dengan makanan padat. Kalau pada siang hari perut tak terisi, Anda akan merasa sangat lapar.

Siklus penyerapan berlangsung sangat intensif antara pukul 20.00 (8 malam) dan pukul 04.00 (dini hari). Sepanjang siklus ini terjadi proses penyerapan sebagian besar zat-zat makanan yang sudah tercerna dan pembagian zat-zat makanan ke seluruh bagian tubuh. Karena itu, tidur terlambat atau makan larut malam dapat mengurangi pasokan energi yang diperlukan untuk proses penyerapan. Hambatan pada salah satu siklus dapat mengacaukan siklus-siklus berikutnya, sehingga Anda akan merasa grogi pada pagi harinya.

Siklus pembuangan sangat intensif terjadi antara pukul 04.00 (tengah hari) dan pukul 12.00 (tengah hari). Pada siklus ini, energi akan lebih banyak dipakai untuk membantu proses pembuangan. Sampah akan lebih banyak dikeluarkan dalam siklus ini. Banyak orang mengeluh tidak mempunyai nafsu makan pada pagi hari, tapi tidak menyadari bahwa ini adalah hal sangat alami. Karena tubuh tengah melalui siklus pembuangan. Tubuh tidak terlalu membutuhkan makanan padat (misalnya nasi dan daging) yang sulit dicerna dalam kurun waktu tersebut, malah bisa mengacaukan proses pembuangan karena kekurangan energi.

FAKTA SEDERHANA
Dari beberapa fakta alamiah berikut inilah disusun prinsip-prinsip dasar FC (Food Combining). Tubuh mempunyai siklus-siklus pencernaan, penyerapan, dan pembuangan yang berbeda intensitasnya.

  1. Ada makanan yang boleh dikombinasikan dan dimakan bersama, ada pula yang tidak serasi untuk dikombinasikan.
  2. Setiap makanan butuh waktu pencernaan berbeda.Hanya dengan memanfaatkan prinsip-prinsip ini, kerja pencernaan tubuh sudah bisa dijaga agar tetap dalam kondisi maksimal.Sebetulnya faktanya begitu sederhana. Jika fungsi pencernaan bekerja maksimal, dengan sendirinya penyerapan zat gizi akan berjalan lancar, dan pembuangan racun tubuh pun tidak terhambat. Hasilnya, pastilah tidak bisa lain adalah tubuh yang sehat.

Sumber: http://anik.blog.unair.ac.id (Artikel Food combining)

Iklan

Metamorfosis adalah suatu proses Biologi di mana hewan secara fisik mengalami perkembangan biologis setelah dilahirkan atau menetas. Proses ini melibatkan perubahan bentuk atau struktur melalui pertumbuhan sel dan diferensiasi sel.

Perubahan ini bisa dibilang adalah tahap demi tahap yang harus dilalui sebelum seekor hewan mengalami bentuk yang sempurna. Metamorfosis ini hadir dalam 2 wujud, yakni metamorfosis tidak sempurna (hemimetabolisme) dan metamorphosis sempurna (holometabolisme).

Mengapa disebut sempurna dan tidak sempurna? Pasti karena ada yang membedakan kedua jenis metamorphosis itu, bukan? Tentu saja. Mau tahu alasannya? Perhatikan hewan jenis insekta/serangga di sekitar kita..

Capung, jangkrik, belalang, adalah insekta yang mengalami metamorfosis tidak sempurna, mereka menjadi hewan dewasa setelah berubah dari bentuk nimfa. Perkembangan larva berlangsung pada fase pertumbuhan berulang dan ekdisis (pergantian kulit).

Sementara kupu-kupu mengalami tahapan yang lebih panjang lagi sebelum menjadi kupu-kupu dewasa. Pertama kali, kupu-kupu akan bertelur. Telur kupu-kupu bisanya akan menempel di dedaunan. Telur kemudian menjadi ulat. Makanya, ulat paling sering berada di daun, karena sebelumnya telur kupu-kupu yang menjadi cikal bakal ulat ini terdapat di daun. Setelah ulat menjadi besar dan memanjang, ia akan berubah menjadi kepompong. Dalam bahasa ilmiah, kita menyebutnya pupa atau chrysalis.

metamorfosa-kupu-kupu.JPG

Di dalam pupa, cairan pencernaan akan dikeluarkan untuk menghancurkan tubuh larva, menyisakan sebagian sel saja. Sebagian sel itu kemudian akan tumbuh menjadi dewasa menggunakan nutrisi dari hancuran tubuh larva. Setelah beberapa lama, dari kepompong tersebut akan keluar seekor kupu-kupu yang masih muda. Tidak berapa lama kemudian menjadi kupu-kupu dewasa. (lebih…)

Hmmm… Dah, lama saya tidak nge-blog.. Maklum 2 bulan terakhir lagi sibuk-sibuknya ngerjain skripsi.. ngejar deadline biar bisa lulus semester ini. Alhamdulillah.. akhirnya tanggal 16 Juli kemaren udah sidang dan sekarang tinggal revisi-an. Moga2 yah, segera dapat tanda tangan lengkap dan langsung hard cover. Bener juga kata sebagian besar orang kalo skripsi itu perjuangan. Walopun mungkin fasilitas udah tersedia tapi teteup aja yang namanya berjuang pasti ada aja liku-liku masalah yang kudu dihadapin. Nggak bisa bayangin jaman skripsinya Papa dan orang-orang era beberapa puluh taun yang lalu… yang musti ngetik ama mesin ketik, trus kalo keliru ato di-revisi ma dosen yah kudu mengulang… ngetik lagi… weleh..weleh.. nggak ada komputer yang tinggal nge-save doang, nge-delete, copy paste, ngeprint, de..el..el.. ato foto digital yang tinggal dikirim aja ke komputer, gak pake susah2 nunggu dicetak ato di-adreffin.Makanya nggak heran kayaknya kalo orang-orang jaman dahulu itu lebih tangguh karena gak dimanjain ama fasilitas dan teknologi seperti sekarang.
Hmm… meskipun begitu aku merasakan yang namanya perjuangan membuat karya tulis seperti ini dua kali. Kurang lebih satu setengah tahun yang lalu aku ikut PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) yang join-an ama temen2 dari FKG.. mulai dari penyusunan proposal, trus diajuin sampe diseleksi en akhirnya dapet dana dari DIKTI, trus preparasi bahan sampe kita penelitian selama hampir 6 bulan. Habis itu menyusun naskah laporan akhir. Begitupula skripsi nggak jauh2 beda sama ngerjain PKM, bedanya kalo skripsi khan individu mulai dari dana sampe pemikiran juga yang nanggung diri sendiri, sedangkan PKM sih suka dukanya ngerjain bisa dirasain bareng-bareng.. mikir juga bareng-bareng, dan menyatukan beberapa pendapat (yang terkadang terasa alot juga) menjadi satu kesepakatan hehe.. =P

Tapi alhamdulillah aku bisa belajar banyak dari itu semua… Akhirnya kita akan bisa merasakan kelegaan setelah dapat menempuh semua itu.. bukan begitu..?

Ini bukanlah akhir sebuah kelegaan.. masih banyak masalah yang akan terus kita hadapi. Keluar dari kampus, trus memasukin dunia luar, ‘Welcome to the true life…‘ begitulah kira-kira ungkapan banyak orang bagi kita yang akan menapaki dunia orang dewasa.. Cieeeh..
Kerja, hidup bersosialisasi dengan orang-orang baru, menikah, mengurus keluarga… ato mungkin mau sekolah lagi dan seterusnya…

Bismillah… semoga Allah meridhoi setiap langkah yang kita tempuh.. dan selalu tetap berada di dalam ‘koridor’-nya..