Sastra


Saudariku…. inginkah kau menjadi wanita mempesona?

Inginkah kau menjadi sebaik-baik perhiasan dunia?

Inginkah kau menjadi pemimpin para bidadari surga? :roll:

Jika kau menginginkannya, renungilah puisi ini… dan tanamkan dalam benak kita,, semoga kita bisa mengamalkannya, Amiiin… :cry:

Engkau dengan kecantikanmu menjadi lebih mempesona dibandingkan matahari
dengan akhlakmu menjadi lebih harum dari minyak wang
dengan tawadhu’mu menjadi lebih indah dari bulan purnama
dan kelembutanmu menjadi lebih sejuk daripada hujan..
Maka
jagalah kecantikanmu selalu dengan keimanan
jagalah rasa puas dengan sikap qana’ah
jagalah kehormatanmu dengan hijab
dan ketahuilah bahwa perhiasanmu bukannya emas, perak, dan permata
akan tetapi dua rakaat pada shalat malam
kehausan dalam berpuasa
sedekah yang dilakukan dengan diam-diam
dan tidak diketahui oleh siapapun kecuali Allah SWT
air mata yang berlinang yang menghapus dosa, sujud panjang di atas sejadah, serta rasa malu kepada Allah SWT untuk memenuhi ajakan setan dan bisikan kejahatan..
Maka
kenakanlah pakaian ketakwaan
engkau akan menjadi wanita paling cantik di dunia.. (al-Qarni 2005: 64)

Sumber:
al-Qarni, AA. 2005. Tips menjadi muslimah paling bahagia di dunia. Terj. dari As’adu imra’atin fii al-’aalam oleh Ahmad Faris Sufi. Pustaka Hikmah Perdana. Surabaya.

Jadilah seorang wanita shalihah,
Yang hatinya dibalut rasa taqwa kepada Allah,
Yang jiwanya penuh penghayatan terhadap Dien Allah,
Yang senantiasa haus dengan ibadah kepada Allah,
Yang senantiasa dahaga akan mengharap ridha Allah
Yang sholatnya adalah bekal dirinya,
Yang tidak pernah takut untuk berkata benar,
Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu,
Yang senatiasa bersama para mujahiddah Allah

Jadilah seorang wanita shalihah
Yang menjaga tutur katanya,
Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya,
Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang dicarinya,
Yang senatiasa berbuat kebajikan karena sifatnya yang penyayang,
Yang mempunyai ramai kawan dan tidak mempunyai musuh yang bersifat jahat

Jadilah seorang wanita shalihah
Yang menghormati suaminya.
Yang senantiasa berbakti kepada orangtua dan keluarga,
Yang bakal menjaga kerukunan rumahtangga,
Yang akan mendampingi suami dalam mendidik anak-anaknya untuk mendalami Islam,
Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan,
Karena dunia baginya adalah rumah sementara menuju akhirat.

Jadilah seorang wanita shalihah,
Yang senatiasa bersedia untuk menjadi makmum imamnya
Yang hidup di bawah naungan Al-Qur’an dan qana’ah
Yang tidak dikotori dengan perhiasan dunia
Yang menjaga matanya dari berbelanja,
Yang sujudnya penuh kesyukuran dengan rahmat Allah ke atasnya.

Jadilah seorang wanita shalihah
Yang selalu menjaga lisan, penyayang keluarga & suaminya,
Matanya kepenatan karena membaca Al-Qur’an,
Suaranya lesu karena penat berzikir,
Tidurnya lelap dengan cahaya keimanan,
Bangunnya Subuh penuh kesigapan
Karena dia sadar betapa indahnya menjadi wanita sholihah melebihi perhiasan apapun didunia
Semakin sadar bertambah usianya bertambah kematangannya.

Jadilah seorang wanita shalihah
Yang senantiasa mengabdikan diri untuk menjadi mujahiddah Allah
Yang baginya hidup di dunia adalah ladang akhirat,
Yang mana buah kehidupan itu perlu dipelihara dan dijaga,
Agar tumbuh putik tunas yang bakal menjaga dirinya di alam baqa’
Meneruskan perjuangan Islam sebelum hari kemudian.

Jadilah seorang wanita shalihah
Yang tidak terpesona dengan buaian dunia,
Karena dia mengimpikan syurga Allah.

Semoga senantiasa dirahmatiNya…

Aamiin…

Penulis : Anisa Riyanti (KotaSantri.com)

Dear Ukhti………
apa kabar imanmu hari ini?
semoga selalu menapak maju
apa kabar hatimu hari ini?
semoga selalu bersih dari debu juga kelabu
apa kabar cintamu hari ini?
semoga selalu berpeluh rindu pada Nya…

muslimah

Ukhti..
sungguh indah hidup setelah menikah
apa yang sebelumnya haram menjadi halal
semua perbuatannya mendapat pahala yang berlimpah di sisiNya
suka duka dilalui berdua
senang sedih ada yang menemani
tawa tangis pun bersama

Ukhti..
menikah adalah setengah dien,
dan ia menggenapkan dien menjadi satu…
sungguh, menikah seperti melihat dunia lain
yang tiada pernah dikunjungi sebelumnya…
apa yang tidak bisa dilihat sebelum menikah
kini tidak lagi,
seakan membuka mata kanan
yang sebelumnya belum pernah dibuka
begitu luas, begitu indah,
hingga Rasul pun menyunnahkan suatu pernikahan ini:

bukan termasuk ummatku, jika ia berkeinginan tidak menikah…

Ukhti..
menikah adalah keputusan besar dari suatu perjanjian berat
pernah ada yang berkata..
“saat akad diucapkan Arsy tertinggi berguncang karena suatu perjanjian
berat diucapkan, karena itu saat akad terjadi ada tangis disana..tangis
suka, tangis duka…”
Allah menjadi saksi karena Dia Yang Maha Melihat lagi Menatap
dan setiap undangan yang datang akan mendoakan pernikahan ini

Ukhti..yang sedang menanti “terkasih”
nanti-lah dengan sabar…
sungguh, Allah Maha Tau yang terbaik untuk dirimu
siapkan dirimu, hatimu..
sangat mudah bagiNya memberikan “terkasih” untukmu
ataupun tidak berharap
dan mintalah padaNya..
pemilik alam raya dan pencipta “terkasih”mu

Ukhti..yang sedang menjelang akad
berdoa-lah selalu padaNya
penentu segalaNya…
mohon petunjukNya jika “terkasih” adalah yang terbaik untukmu
kemudahan, juga kelancaran dalam peristiwa besar nanti
sungguh, Allah Maha Tau yang terbaik untuk dirimu..
siapkan dirimu, hatimu..

Ukhti..yang telah menikah
jagalah nikmatNya yang besar ini
hanya dengan izinNya dirimu dan “terkasih”mu bersatu,
tiada yang lain…
jadilah penyejuk hati dan pandangannya..
menjadi istri sholehah dambaan..

Ukhti..
bahagiamu adalah bahagiaku
sedihmu juga sedihku
tawamu, tawaku juga
tangismu adalah tangisku
semoga Allah Yang Maha Indah,
memudahkan langkah ini..
memberikan yang terbaik menurutNya
dan menjadikan wanita dan istri juga ibu sholehah… (lagi…)

Bingung dengan hati ini….

Entahlah…

Kenapa keraguan kembali menyergap…

Setelah sempat merasa mantap…


Pernahku bertanya pada-Nya

Tentang sesuatu…

Berkali-kali ku berkomunikasi dengan-Nya

Hingga mimpi itu datang

beberapa kali saja

Namun amat jelas sekali

Sesuatu yg sama…


Apakah itu jawaban terbaik dari-Mu, Ya Rabb..?

(lagi…)

rainy

Rintik hujan berjatuhan dari gumpalan awan kelabu

Membentuk rinai-rinai bening

Menitik pada genting tiap rumah

Menimbulkan suara sendu namun indah

Menetes diantara ujung dedaunan dan rumput laksana embun pagi

Harum baunya menyerbak dari tanah kering yang kini basah

Rinai-rinai hujan…

Rintik yang meneduhkan dan membawa kesejukan

Bukan kesengsaraan

……………..

Terima kasih, Allah…

Cinta-Mu lah yang membawa

rinai itu turun di bumi

Menumbuhkan sejuta cinta dan kerinduan

Dalam senyuman indah bunga-bunga yang merekah

Dan segarnya dedaunan yang hijau

Membuat diri tersadar…

Nikmat Tuhan manakah yg dapat kamu dustakan…


Dan kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkan. (QS. Al-Mukminun, 23:18)


Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (ukuran) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur). (QS. Az-Zukhruf, 43:11)

Ini cerita tentang Anisa, seorang gadis kecil yang ceria berusia lima tahun. Pada suatu sore, Anisa menemani Ibunya berbelanja di suatu supermarket. Ketika sedang menunggu giliran membayar, Anisa melihat sebentuk kalung mutiara mungil berwarna putih berkilauan, tergantung dalam sebuah kotak berwarna pink yang sangat cantik.

Kalung itu nampak begitu indah, sehingga Anisa sangat ingin memilikinya. Tapi… Dia tahu, pasti Ibunya akan berkeberatan. Seperti biasanya, sebelum berangkat ke supermarket dia sudah berjanji tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli.

Dan tadi Ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki ber-renda yang cantik. Namun karena kalung itu sangat indah, diberanikannya bertanya. “Ibu, bolehkah Anisa memiliki kalung ini ? Ibu boleh kembalikan kaos kaki yang tadi… ” Sang Bunda segera mengambil kotak kalung dari tangan Anisa. Dibaliknya tertera harga Rp 15,000.

Dilihatnya mata Anisa yang memandangnya dengan penuh harap dan cemas. Sebenarnya dia bisa saja langsung membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidak konsisten… “Oke … Anisa, kamu boleh memiliki Kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yang kau pilih tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari kaos kaki itu, Ibu akan potong uang tabunganmu untuk minggu depan. Setuju ?” (lagi…)

Puisi karya Rabi’ah al-Adawiyah ini begitu indah sekali.. Subhanallah.. Sebenarnya udah pernah kubaca pas aku masih duduk di semester 2 (tahun 2005) di buku “Diary Pengantin” (buku yang tak sengaja terbeli karena mau dihadiahkan ke teman), tapi saat itu belum ngeh juga… :/ ? Ah, apa bisa sih? Bisakah mencintai orang yang belum kita ketahui siapa dia.. (misalnya dijodohin ato melalui proses ta’aruf), kemudian orang tersebut menjadi suami kita? Butuh waktu berapa lama untuk mencintainya? Weeew… Itu pikirku dulu.. Apalagi saat itu aku masih belum tertarbiyah dengan baik. Lambat laun aku pun mulai mengerti.. setelah belajar banyak hal tentunya.. bahwa cinta pada manusia itu sebenarnya tidak abadi.. kita bisa kok melupakan masa lalu kita (walaupun mungkin kita pernah setengah mati mencintai ”dia yang dimasa lalu” haha.. aduuuh.. Forget it!) dan Insya Allah bisa jatuh cinta lagi sama orang lain.. So kenapa takut untuk menerima orang yang menjadi suami/ istri kita.. Padahal cinta yang indah, pacaran yang indah serta membuat seluruh alam bertasbih n mendoain kita yah.. itu tadi cinta yang terjalin setelah pernikahan.. setelah diikat secara halal oleh Allah SWT…

By The Way.. mungkin semua orang pasti ingin bisa menikah dengan orang yang dicintainya.. Alhamdulillah bila itu terjadi, berarti dia rejeki kita tapi bila bukan.. tak perlu berlarut-larut dalam kesedihan dong ah… Belum tentu apa yang menurut kita itu baik tetapi ternyata tidak menurut Allah.. Namun bisa juga kita membenci sesuatu padahal dalam pandangan Allah itu terbaik buat kita. Oleh sebab itu agar tidak zina hati, yuk ah.. jaga hati kita..

Let’s to pray and wish Allah gives the best for us.. (lagi…)

Ramadhan udah memasuki hari keenam.. tadi waktu blogwalking ketemu sajak yang bagus tentang Ramadhan dan harusnya nih renungan yg berbentuk sajak ini saya posting H-3 atau jauh2 sebelum Ramadhan.. tapi yah berhubung ketemunya sekarang.. gapapa khan… saya juga pengen ikut mendapat pahala karena ikut nyebarin sajak ini.

==================================

Kereta Ramadhan Jurusan Taqwa akan berangkat 3 hari lagi..
Kepada para penumpang yang beriman diharapkan segera naik di jalur 1429 H.

Ada dimana anda saudaraku…
Maukah kau ikut bersamaku dan yang lainnya …
Menuju tujuan Stasiun Taqwa itu…saudaraku…

Cepatlah sedikit saudaraku…
Kereta kita sebentar lagi akan melaju… (lagi…)

Halaman Berikutnya »