Jodoh memang rahasia ilahi. Orang yang mendapatkan jodoh, sesungguhnya bukan mendapatkan apa yang dia cari, tapi sekadar menjemput apa yang Allah beri. Karena jodoh adalah bagian dari rezeki. Ia bisa berlari saat dikejar, dan mendekat saat tak dicari. Tapi, kadang kala ia tak bergeming saat dikejar, dan menjauh saat dibiarkan. Misterius.

Ada orang yang menemukan jodohnya justru karena mendekam di balik jeruji penjara. Tempat seseorang dieksekusi dengan pengucilan. Interaksinya dengan orang lain selain dengan penghuni atau petigas penjara dibungkam bisu. Namun ia akhirnya menikah justru dengan salah seorang polwan yang ikut menggiringnya ke penjara. Aneh? Tidak juga.

Dalam kasus lain, seorang pria yang usianya sudah menginjak 40 tahun masih men-jomblo. Sebuah peperangan antarsuku memaksanya berimigrasi ke negeri asing. Di negeri itu ia hanya cukup mendekam 2 bulan saja, untuk kemudian menikahi seorang wanita cantik yang baik dan shalihah. Ia sama sekali tak menyadari, bahwa sang jodoh menantinya di negeri seberang, sehingga hanya dengan imigrasi yang tak pernah ia bayangkan itu, ia baru bertemu dengan jodohnya.

Tak ada yang aneh dengan semua kejadian itu. Selama itu soal jodoh, semua bisa mendapatkan atau tidak mendapatkan pasangan yang sama sekali tak pernah diduganya. Meski demikian, tentu, mencari jodoh tetaplah disyariatkan.

Mencari dan menjemput jodoh (khusus perempuan) bisa ditempuh dengan tiga cara:

Pertama, usaha secara fisik.
Yaitu mencari pria shalih yang layak menjadi suami, yang mampu bukan saja mendampingi sebagai suami, tapi juga mampu membimbing untuk menjadi muslimah yang lebih baik dari hari ke hari.
Dalam menempuh jalan pertama ini, bulatkan niat untuk mencari sosok pria idaman yang betul-betul akan membawa menuju kebahagiaan hakiki. Niscaya Allah akan membimbing kea rah jodoh itu, cepat atau lambat. Karena dengan apa yang diniatkajn, seseorang akan digiring menuju takdirnya.

Kedua, usaha berupa doa dan munajat.
Allah berfirman, ”Dan apabila hamba-Ku bertanya tentang tentang Aku, maka jawablah bahwa Aku dekat. Aku akan mengabulkan doa orang-orang yang berdoa kepada-Ku…” [QS. Al-Baqarah: 186]
Doa adalah senjata orang beriman. Jangan merasa bosan berdoa meski secara lahiriah doa itu belum terkabul. Yakinlah bahwa Allah mendengar apa yang kita pinta.
Tambahkanlah dengan memperbagus shalat, banyak beribadah, berdzikir, dan rajin mengaji serta mempelajari Islam. Mendekatlah kepada lingkungan orang-orang shalih. Karena di lingkungan itu, seseorang akan diminati karena keshalihannya. Beda dengan di lingkungan masyarakat umum, biasanya orang lebih diminati karena penampilannya. Ingat, bahwa jodoh Allah itu kebanyakan akan mempertemukan sepasang manusia, yang shalih dengan yang shalih, yang tidak shalih dengan yang tidak shalih. Kalau mau mendapat suami yang baik, shalih dan berbudi, jadilah wanita muslimah yang shalihah.
Sabda Rasulullah, ”Roh-roh itu bagaikan tentara-tentara yang berbaris. Siapa saja di antara mereka yang saling mengenal, akan saling mengakrabi. Dan siapa saja di antara mereka yang tidak saling mengenal, akan saling menjauhi.” [HR. Al-Bukhari dalam shahih-nya, kitab Al-Anbiyaa’, bab Roh-roh yang berbaris, hadits No. 2638]

Ketiga, dengan kesabaran dan ketabahan.
Allah berfirman, ”Dan jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya yang demikian itu amat berat kecuali bagi orang-orang yang yang khusyu’, yaitu orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Rabb-nya, dan mereka akan kembali pada-Nya…” [QS. Al-Baqarah: 45]
Kita harus menyadari bahwa bila kita baik, Allah akan memperlakukan kita dengan baik. Bila kita bertawakal kepada Allah, maka dengan keshalihan dan ketaatan kita kepada Allah, niscaya Allah akan mencarikan jodoh yang sesuai dengan kita. Bisa jadi tidak sebentar, karena Allah sedang menguji kita. Allah sedang ’berbicara’, apakah kita bersabar dan ikhlas dalam beribadah kepada-Nya?

Disadur dari majalah Nikah, Volume 07, 15 Juni – 15 Juli 2008

Artikel ini kudapat dari Mbak Ovis di sinih

Makasih banyak Mbak Ovis atas bagi2 artikel ilmunya…🙂