Alhamdulillah.. akhirnya aku bisa menuntaskan membaca buku Ketika Cinta Bertasbih 1. Sebenarnya buku ini sudah aku punyai semenjak bulan Juni kemarin. Tapi belum ada kesempatan untuk membaca.. Sampe keduluan di’perawanin’ temenku, hwehehe… Eh, setelah baca.. Subhanallah.. baguuus banget.. TOP BGT dah Kang Abik ntuh.. kalo bikin novel selalu menarik!!! Nggak kalah sama novel AAC (Ayat-Ayat Cinta). Jadi nggak sabar pengen punya KCB yang episode ke-2. Mumpung belum keduluan filmnya khan… Hehe.. lebih sip bgt memang kalo kita baca novelnya langsung.. lebih detail dan ’mengena’ di jiwa.. atau lebih tepatnya novel-novel karya beliau tersebut mampu membangun atau memperkaya jiwa kita.

Jadi inget pertama kali baca novel karya Kang Abik dulu.. Flash back nih ceritanya… ^_^ Dulu pas bulan Desember tahun 2005 (kalo tidak salah…), JIMM (Jamaah Intelektual Mahasiswa Muslim) alias Rohisnya Fakultas-ku ngadain acara bedah buku Ayat-Ayat Cinta dan mengundang novelis Habiburrahman El Shirazy ke kampus. Waktu ntuh.. bukunya udah lumayan jadi best seller.. sampe-sampe temen-temen JIMM pada kalang kabut nyariin buku AAC di hampir semua toko buku, tapi akhirnya cuma dapet beberapa buku doang,,, mungkin saking larisnya jadi langka gitu deh. Alhamdulillah.. akhirnya sekarang udah nggak langka lagi.. malah bolak-balik dicetak ulang, dibikin filmnya pula..😉 hehe… Nah, saat itu aku masih belum masuk jadi pengurusnya JIMM. Udah denger juga kalo Kang Abik mau ke kampus tapi aku belum begitu ngeh… belum baca novelnya pula.. Saat itu aku tetep gak bisa ikut walo udah diajakin temen2 buat ke sana. Setelah temen-temenku pulang, mereka cerita deh bagaimana serunya acara bedah buku AAC bareng Kang Abik tadi. Cerita kalo novelnya tuh baguuuus banget.. Agak nyesel juga nggak ikutan acaranya.. Sampe-sampe temen-temen ikhwan Biologi pada berandai-andai menjadi tokoh Fahri.. Sesempurna kayak gimana sih tokoh Fahri sampe diperebutin 4 cewek. Gitu pikirku dulu.. Then… beberapa bulan kemudian aku dipinjemin Mbak Me buku AAC. Di belakang sampul depan ada tanda tangan dan pesan Kang Abik.. Trus ada lagi tulisannya.. (yang ini adalah tulisan sang pemilik buku), sebuah lantunan doa yang cukup indah… Isi persisnya aku lupa, tapi intinya.. adalah sebuah harapan Mbak Me agar suatu saat bisa berjodoh dengan orang yang kurang lebih hampir mendekati sosok Fahri.. yang mempertautkan hatinya pada Sang Khalik… (Ehm.. sekarang udah kesampean deh kayaknya…). Semalaman suntuk aku melahap habis buku itu.. padahal besok paginya aku ada tugas presentasi kuliah di kelas. (Ada-ada saja aku ini.. Psst.. jangan ditiru ya, bad habit!) Syukur alhamdulillah.. presentasi besoknya pun akhirnya tak menemui kesulitan yang cukup berarti alias sukses!

Buku AAC telah meninggalkan bekas yang amat mendalam di hati (deuuh.., melankolis banget seh..). Salah satu ‘jalan’ yang akhirnya membuka hatiku untuk terus melangkah menuju Cahaya-Nya yang indah memancar. Hingga akhirnya aku pun berketetapan untuk memilih jalan ini.. jalan dakwah dan ukhuwah yang indah… karena aku yakin Allah telah menjanjikan nikmat yang berjuta-juta kali lipat melebihi segala apa yang ada di dunia ini untuk hambanya yang terus berusaha berproses untuk memperbaiki diri dan bertaubat.

Trus sekarang baca KCB I.. Wuah, semakin tambah berkesan banget deh.. udah gak seberapa asing lagi dengan istilah-istilah bahasa arab dan adab pergaulan yang ada di kalangan ikhwah… karena memang seperti itulah… tepatnya hampir mirip seperti itulah… dunia ikhwah.. (Walaupun saya belum pernah mondok di pesantren ataupun bahkan belum pernah menjadi mahasiswa Al-Azhar Mesir, hehe..). Ditambah lagi kaidah-kaidah fikih yang dijabarkan begitu indahnya dan amat mudah dipahami. Karya yang mencerahkan dan menggetarkan jiwa.. Kalo ditelisik lebih lanjut kehidupan mahasiswa Indonesia yang lagi kuliah di Al-Azhar sebenarnya tak jauh beda dari penokohan yang ada di KCB. Dan orang-orang yang seperti ditokohkan dalam novel sebenarnya bukan orang-orang yang sulit untuk kita temukan.. Bahkan di Indonesia pun sebenarnya banyak orang-orang seperti itu.. Orang-orang shalih yang berakhlakul karimah, ahsan, santun, punya semangat juang yang tinggi, senantiasa mendekatkan diri pada sang Khalik.., mengamalkan perintahNya yang tertuang dalam Al-Qur’an dan Sunnah, dan lain sebagainya…

Subhanallah… terima kasih telah memperkenalkan lezatnya dunia ukhuwah yang indah ini…

Dan sebuah pelajaran tentang cinta yang selama ini..,, sebagian besar dari kita keliru mengartikannya.. karena saking derasnya arus cinta-cinta fana berbalut syahwati disuguhkan dan diguyurkan pada orang-orang terutama anak-anak muda negeri ini.

Ini adalah beberapa hikmah yang kupetik dari salah satu episode dimana Fadhil, sahabat Azzam minta nasehat pada Azzam, sang tokoh utama. Fadhil dan Tiara saling mencintai, namun ternyata mereka tidak dipertemukan alias belum berjodoh. Tiara telah terlanjur dilamar oleh orang lain.. dan pernikahan mereka pun sudah mendekati hari H. Fadhil goyah, dan ingin merebut Tiara alias mengkhitbahnya diatas khitbah orang lain. Namun Azzam mencegah agar hal tersebut tidak sampai terjadi dengan memberikan nasehat-nasehat yang betul-betul menggugah hati disertai dengan sentuhan nilai kefikihan yang jelas. Karena wanita yang telah dilamar haram hukumnya untuk direbut/ dilamar oleh orang lain. Kalau berani melanggar, berarti berani menentang hukum yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya.

Beberapa penggalan kalimat yang kuambil dari KCB I adalah sebagai berikut:

  • Resep Cinta Imam Ibnu Athaillah

Tidak ada yang bisa mengusir syahwat atau kecintaan pada kesenangan duniawi selain rasa takut kepada Allah yang menggetarkan hati, atau rasa rindu kepada Allah yang membuat hati merana!!

Penjabarannya seperti ini..

Pertama, rasa cinta kepada Allah yang luar biasa yang menggetarkan hatimu. Sehingga ketika yang ada di hatimu adalah Allah, yang lain dengan sendirinya menjadi kecil dan terusir.

Kedua, rasa rindu kepada Allah yang dahsyat sampai hatimu merasa merana. Jika kau merasa merana karena rindu kepada Allah, kau tidak mungkin merana karena rindu pada yang lain. Jika kau sudah sibuk memikirkan Allah, kau tidak akan sibuk memikirkan yang lain (KCB I, hal: 429)

  • Cinta sejati itu menyembuhkan tidak menyakitkan..

Mencintai makhluk itu sangat berpeluang menemui kehilangan. Kebersamaan dengan makhluk juga berpeluang mengalami perpisahan. Hanya cinta kepada Allah yang tidak. Jika kau mencintai seseorang, ada dua kemungkinan diterima dan ditolak. Jika ditolak pasti sakit rasanya. Namun jika kau mencintai Allah pasti diterima. Jika kau mencintai Allah, engkau tidak akan pernah merasa kehilangan. Tak akan ada yang merebut Allah yang kau cintai itu dari hatimu. Tak akan ada yang merampas Allah. Jika kau bermesraan dengan Allah, hidup bersama Allah, kau tidak akan pernah berpisah dengan-Nya. Cinta yang paling membahagiakan dan menyembuhkan adalah cinta kepada Allah ‘Azza wa Jalla… (KCB 1, hal:430-431)

Dan pada akhirnya… Pada acara walimahan Tiara, Fadhil pun menjadi ketua tim nasyid sekaligus bagian vokal yang memeriahkan pestanya.. (Hmmm… bisa dibayangkan.. Betapa menyesakkan hati keduanya…). Lirik berikut ini dinyanyikan Fadhil dengan cengkok Aceh yang indah:

Mari kita sama-sama insyaf

Cinta sejati itu tidak menzalimi

Cinta sejati berorientasi ridha Illahi

Allah.. Allah.. Allahu Rabbi

Aku cinta dirimu duhai bidadari

Tapi aku lebih cinta Tuhanku, Ilahi, Rabbi…

(KCB I hal: 453)

Subhanallah… bagus khan??? Yang semakin penasaran sama cerita Azzam dan kawan-kawan.. Buruan baca buku dwilogi ini.

By The Way, jadi ingat sesuatu nih… Duluuu… sekali saat ’ku melangkah pelan-pelan’.. aku bertanya pada salah seorang sahabatku…

”Katanya cinta yang tertinggi adalah cinta kepada Allah.. Cinta yang sejati dan hakiki adalah kepada Allah… Aku ingiiiiiiin sekali bisa merasakan itu.. aku ingin bisa merasakan cinta yang sebenar-benarnya cinta pada Allah.. yang benar-benar tulus dari hati.. melebihi rasa cinta kita pada makhlukNya.. pada segala-galanya yang ada di dunia ini… Akankah aku bisa merasakan cinta seperti itu???”

”Bisa…”, jawab saudari akhwat tersebut.

”Kau pasti akan bisa jika berusaha…”

”Selalu berusaha untuk mendekat pada-Nya. Laksanakanlah segala perintah-Nya dan Jauhi larangan-Nya.. Beribadah hanya untuk memohon ridho-Nya… Bukan karena untuk orang lain… ataupun disuruh orang lain. Takut hanya kepada-Nya… Bukan takut karena orang lain.. Tak membuat-Nya cemburu padamu dengan selalu memikirkan-Nya… bukan memikirkan atau terbayang-bayang oleh orang lain yang akan selalu menyita seluruh pikiranmu. INGATLAH…. Jika kau mencintai-Nya.. Allah pasti akan mencintaimu… Yakinlah akan hal itu… Insya Allah kau akan bisa merasakan cinta yang sesungguhnya… Cinta kepada Allah SWT… ^_^”

(sedikit bongkar rahasia nih… kata-kata diatas sebenarnya bukan sepenuhnya omongan sahabatku tapi sebagian besar dari ketikan tanganku.. namun kurang-lebih intinya seperti itu, he..).

Alhamdulillah… Allahu Akbar… Akhirnya walaupun tertatih-tatih dan menempuh proses yang lumayan panjang… aku pun bisa merasakan betapa indahnya jatuh cinta pada Allah… Semoga akan selalu begitu… seterusnya hingga kelak ku menghadap-Nya..

Allah always in my heart…