Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 31 Agustus 2008 saya pergi melihat-lihat pameran pendidikan di hotel Sheraton. Seperti informasi sebelumnya yang pernah saya posting disini, hari Minggu kemaren JASSO (Japan Students Services Organizations) ngadain pameran Pendidikan Jepang 2008 di dua kota yang salah satunya adalah Surabaya.. Agak beruntung juga saya yang tinggal di kawasan sekitar Surabaya masih bisa menyempatkan datang ke acara tersebut walaupun saya datangnya di penghujung akhir acara (siang menjelang sore😉 ) hehe.. Maklum.. saya belain datang jauh-jauh dari rumah di Krian dan pergi naik angkot ke Surabaya (yang perjalanannya menempuh waktu 2 jam ‘coz terjebak macet). Sesampai di Surabaya, saya pun ngambil motor di kosan dulu kemudian jemput temen biar saya nggak sendirian. Dan teman saya tersebut ternyata juga ngajak adik dan temen kosnya.. so kita liat pamerannya rame-rame deh.. khan acaranya gratis plus terbuka untuk umum gituuuh… ^__^

Well, back to the topic.. walaupun datangnya udah agak sorean.. Acara yang kami datangi itu ternyata rame banget lho.. Rame pengunjung!! Baru pertama masuk, kami disuruh mengisi angket terlebih dahulu. Angket itu berisi tentang tujuan datang ke acara tersebut, status pengunjung apakah masih pelajar/ mahasiswa atau umum, tau info pameran dari mana, apa yang ingin diketahui dari pameran tersebut, dan sebagainya. Setelah mengisi angket, kita diberi hand bag berisi buku panduan “Student Guide to Japan” dan beberapa brosur serta tabel penilaian (yang harus diisi dan diserahkan usai melihat pameran). Setelah memasuki Grand Ballroom Sheraton kami melihat beberapa stand yang memperkenalkan kebudayaan Jepang seperti stand Shodo (kaligrafi Jepang) yang ngajak para pengunjungnya untuk mencoba menulis huruf Jepang, stand Origami yang dipandu sama beberapa alumni student dari Jepang dan ngajarin kami bikin bermacam-macam kreasi dari kertas lipat, serta stand Chanoyu dengan perlengkapannya yang nunjukkin demo upacara minum teh. Eh acaranya cukup seru lho…!! Apalagi pas demo upacara minum teh.. Hmmm… ternyata bikin teh serta penyajiannya ke tamu tuh nggak gampang lho… ada seninya tersendiri dan step-step khusus yang berbeda dengan bikin teh pada umumnya. Ada suatu ruang khusus untuk minum teh yang disebut chashitsu, trus disitu juga telah tersedia peralatan lengkap seperti mangkuk keramik untuk minum, pengaduk teh (ingat bukan sendok lhoo..😛 ), tempat mengambil air seperti gayung kecil yang terbuat dari bambu dan mempunyai pegangan tangan yang amat panjang, kompor kecil, serbuk teh hijau (umumnya dinamakan matcha), dan piring kecil berisi makanan kecil sebagai suguhan. Penyelenggaraan upacara minum teh sebenarnnya mencerminkan kepribadian dan pengetahuan seni sang tuan rumah. Jadi menuang air teh untuk tamu nggak bisa dilakukan secara sembarangan saja, butuh pengetahuan dan pendalaman yang cukup. Disamping itu yang harus diperhatikan (terutama kita nih, sapa tau dapat undangan acara minum teh ala Jepang), tamu yang diundang pun juga harus tahu atau mempelajari tata krama, kebiasaan, atau etiket minum teh yang dihidangkan.

Stand Chanoyu

Stand Chanoyu

Ada beberapa hal yang kudu diperhatikan (ni baca dari petunjuk cara menikmati Chanoyu di pameran), diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Senantiasa menjunjung tinggi rasa hormat terhadap tamu, meskipun teman akrab
  2. Sikap duduk tegak
  3. Konsentrasikan diri pada suasana

Demo Chanoyu yang diadain di Surabaya tersebut (soalnya pameran di Jakarta nggak menampilkan ritual ini) dilakukan oleh beberapa orang (rata-rata sih orang Indonesia sendiri alias student senior dari Jepang) yang mengenakan kimono.. (hiks.. pengen deh suatu saat nanti bisa mencoba pakai kimono atau yukata, ^___^).. Berbeda dengan Surabaya, di Jakarta (seperti yang saya baca dari jadwal susunan acara) keliatannya juga cukup seru walaupun tidak ada Chanoyu karena menampilkan pertunjukan tarian Okinawa dan Okinawa Shanshin.. Kayaknya kalo yang ini Mas Insan Sains bisa menceritakan seperti bagaimana mungkin?? ^____^

Then setelah puas liat-liat stand kebudayaan, kami memasuki ruangan berikutnya yang didalamnya terdapat stand-stand universitas, lembaga pendidikan Bahasa Jepang, Konsulat Jendral Jepang, dan Asosiasi Alumni Indonesia dari Jepang (Persada). Disitu kami mengunjungi stand-stand yang ada plus tanya-tanya banyak hal all ‘bout studi di sana, biaya hidup, beasiswa dan sebagainya. Puas melihat-lihat, kami pun akhirnya harus pulang karena pada jam 4 sore pameran harus ditutup. Sayangnya ada sesi yang kami lewatkan begitu saja yaitu beberapa seminar yang diadain di ruang ketiga. Seminar yang diberikan sebetulnya cukup menarik yaitu pemutaran DVD Belajar di Jepang “Bridges to Japan”, penjelasan EJU (Examination for Japanese University Admission for International Students), MEXT, berbagi pengalamannya Persada, Penjelasan beasiswa, dsb. Sayang banget yah…, mungkin ini juga akibat kami datangnya telat, hehe.. Tapi tidak apa-apalah.. di buku panduan juga udah lumayan banyak penjelasan tentang itu semua… trus pas kita mampir ke stand-stand pendidikan juga banyak dijelasin tentang hal itu.

Stand JASSO

Stand JASSO

Stand Lembaga Bahasa Jepang Nagoya

Stand Lembaga Pendidikan Bahasa Jepang Nagoya

Stand Takushoku University (1)

Stand Takushoku University

Well, pendapatku sebagai fresh graduate nih yang semula pengen banget bisa go abroad, kalo ingin kuliah di negeri orang tuh ternyata nggak asal kepengen aja.. Ada banyak hal yang harus dipikirkan, diperhitungkan dan dipersiapkan masak-masak. Uang yang kudu dipersiapkan ternyata tidak sedikit walaupun kita mungkin dapat beasiswa sekalipun (‘coz beasiswa disana rata-rata hanya sebagian aja trus seleksinya juga ketat banget!!), kemampuan kita dalam berbahasa asing (terutama bahasa negara tujuan studi kita tersebut), sedikit pengetahuan kita akan kebudayaan daerah sana, tujuan apa yang mau dipelajari dan pengen belajar di institusi mana.. dan masih banyak lagi..

Eheemmm… kayaknya kalo tahun ini saya masih belum siap deh, banyak yang musti dipertimbangin (dalam artian cita-citanya masih disimpen aja dulu.) Kalo amunisinya udah lengkap.. baru deh berani maju dan berjuang..🙂 .. By The Way, jadi ingat sama kakak sepupuku, Mbak Reni, yang sekarang lagi ngambil program master di Aussie.. Pa kabar di sana Mbak.. ?? Doakan aku bisa mengikuti jejakmu suatu saat nanti.. ^______^