photo.jpg

Sejak kecil saya suka sekali makan cokelat, namun karena kegemaran saya ini, ketika mulai menginjak remaja jerawat mulai tumbuh di wajah. Akhirnya mau tidak mau saya mulai mengurangi kebiasaan ini. Walau saya sudah agak mengurangi konsumsi makan cokelat tapi tidak menyurutkan kegemaran saya belajar banyak tentang cokelat. Ketika duduk di bangku kelas 1 SMU, rasa penasaran saya untuk membuat cokelat cukup besar.

Pertama kali membuat hasilnya agak hancur, rasanya aneh… tapi dengan pengalaman2 tersebut saya mulai memperhatikan mama saya saat membuat tim cokelat untuk topping cake. Ternyata ada triknya agar cokelat nggak hancur saat dibuat. Cokelat nggak boleh di-tim langsung diatas kompor. Harus ada air dan panci untuk menampung baskom berisi cokelat yang akan dilelehkan. Saya terus mencoba membuat dan mencetak cokelat hingga akhirnya saya berhasil membuatnya dengan berbagai isi. Cokelat dengan isi blueberry, strawberry, peanuts, cashew nuts, raisin, dsb. Dari situ saya mulai membuat untuk dijadikan gift buat teman2 dan keluarga. Ketika duduk di bangku kuliah semester awal, saya coba-coba berbisnis cokelat, saya mencari momen yang pas yaitu pada saat bulan Februari (bukannya saya ikut merayakan tapi saya hanya mencoba berbisnis saja)… Alhamdulillah laris manis.. saya menitipkan cokelat buatan saya itu pada seorang adik kelas SMU. Untungnya pun lumayan, bisa kembali 2x lipat dari modal. Lalu waktu semester 4-6 saya mendapat tawaran dari divisi kewirausaahaan organisasi Himbio yang saya ikuti untuk berbisnis cokelat. Saya menerima pesanan-pesanan dan terkadang menjualnya ketika ada bazar. Dan saat ini karena sudah semester akhir dan lagi sibuk skripsi, usaha tersebut untuk sementara saya stop dulu.. Mungkin bisa jadi usaha sampingan nyari duit ketika saya lulus nanti… (^_^) Dari pengalaman ini semoga bisa menginspirasi anda untuk mencoba berwirausaha dengan hobi dan bakat yang anda miliki…