muslimah


Muslimah itu adalah anugerah terindah dunia
Ia lembut namun tidak lemah
Mempesona tapi tetap bersahaja
Ia tahu bagaimana menjaga izzah dirinya
Ia mengerti bagaimana menjaga akhlak & kemuliaannya
Itulah yang membuatnya istimewa dibandingkan wanita lainnya
Ilmunya telah mengangkatnya menjadi permata terindah di dunia

Semoga itu adalah kamu, aku, dan kita semua..

Amiiiin Allahumma Amiiin…

Assalamu’alaikum wr. Wb.

Ukhti sayang, bagaimana kabar keimanan hari ini?

Semoga Allah selalu menguatkannya dari waktu ke waktu, terutama pada sepuluh malam terakhir di bulan ramadhan ini.

Ya, tak terasa bulan mulia ini akan segera berakhir. Parade kebarokahan dan kebaikan yang berlipat-lipat ganda menjelang usai. Sebuah bulan yang kepergiannya selalu diiringi tangis para pencintanya. Sebuah bulan yang keberlaluannya selalu menghadirkan kerinduaan hingga para pencintanya selalu berharap setiap bulan adalan ramadhan. Hari-hari dimana siang-siangnya adalah siang-siang yang utama, malam-malamnya adalah malam-malam yang utama. Setiap detiknya adalah desiran udara syurgawi yang harganya tak terperi…

Saudariku sayang,

Di akhir bulan kemuliaan ini, jangan sampai tertipu hiruk pikuk menjelang ‘idul fitri (baju baru, sepatu baru, kue-kue nikmat, kesempatan untuk dapat melampiaskan nafsu lagi??) Sebuah hari kemenangan… bagi siapa? Benarkah kita adalah pemenang pada bulan suci ini? Benarkah kita adalah orang-orang yang sangat layak merayakannya? Benarkah kitalah orang-orang bertaqwa itu? Kitakah yang dosa-dosanya terampuni dan terbebas dari api neraka? Kebaikan dan perbaikan apa yang telah kita peroleh sejauh ini? Ataukah kita hanya penggembira yang sejatinya tidak mendapatkan apapun selama bulan yang penuh barokah ini? (lagi…)

Bila waktu tidak digunakan dengan baik maka akan terbuang untuk perkara yang sia-sia. Semua orang merasakan hal itu. Maka jika seseorang tidak mengisi waktunya dengan kebaikan, ia akan menghabiskan waktunya untuk kejelekan. Orang yang tidak mengambil faedah dari waktu mereka, menyia-nyiakannya untuk perkara yang merugikan, maka waktunya itu akan menjadi padang rumput bagi syetan-syetan yang senantiasa membolak-balikkannya dalam kesesatan. Na’udzubillah.

Orang-orang yang sadar akan cepatnya waktu berlalu, mereka adalah orang-orang yang mendapatkan taufik dari Allah sehingga waktu mereka benar-benar bermanfaat. Dari Abdullah Ibnu Mas’ud RA bahwasanya dia berkata: “Tidaklah aku menyesali sesuatu, seperti penyesalanku atas suatu hari yang berlalu dengan terbenamnya matahari, semakin berkurang umurku tetapi tidak bertambah amalanku.”

Maka perlu Anda ketahui beberapa hal wahai ukhti muslimah tentang bagaimana memanfaatkan waktumu:

1. Membaca bacaan yang bermanfaat

Wahai ukhti muslimah, hendaklah engkau memperbanyak membaca Al-Qur’anul Karim dan menghafal serta mendengarkannya. Rasul SAW bersabda:

“Orang yang membaca Al-Qur’an sedang dia terbata-bata dalam membacanya serta kesulitan dalam membacanya maka dia mendapatkan dua pahala, sedangkan orang yang membaca dengan mahir maka dia bersama para penulis kitab (malaikat) yang mulia lagi berbakti.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Selain itu perbanyaklah membaca bacaan-bacaan yang bermanfaat yang dapat menambah ilmu dan wawasanmu.

(lagi…)


Hawa,
Sadarkah engkau sebelum datangnya sinar Islam, kita dizalimi, hak kita dicerobohi, kita ditanam hidup-hidup, tiada penghormatan walau secebis oleh kaum adam, tiada nilai di mata kaum adam, kita hanya sebagai alat untuk memuaskan hawa nafsu mereka. Tapi kini ketika rahmat Islam menyelubungi alam, bila sinar Islam berkembang, derajat kita diangkat, maruah kita terpelihara, kita dihargai dan dipandang mulia, dan mendapat tempat di sisi Allah sehingga tiada sebaik-baik hiasan di dunia ini melainkan wanita shalihah.

Wahai Hawa,
Kenapa engkau tak menghargai nikmat iman dan Islam itu? Kenapa mesti engkau kaku dalam mentaati ajaranNya, kenapa masih segan mengamalkan isi kandungannya dan kenapa masih was-was dalam mematuhi perintahNya?

Wahai Hawa,
Tangan yang mengoncang buaian boleh mengoncang dunia, sadarlah hawa kau dapat mengoncang dunia dengan melahirkan manusia yang hebat yakni yang shalih dan shalihah, kau bisa menggegar dunia dengan menjadi isteri yang taat serta memberi dorongan dan sokongan pada suami yang sejati dalam menegakkan Islam di mata dunia. (lagi…)

Muslimah in Ramadhan

Muslimah in Ramadhan

Dalam surah Al-Baqarah ayat 183, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan puasa dengan tujuan menggapai taqwa. Perintah ini adalah umum, artinya berlaku untuk laki-laki dan perempuan. Tetapi dalam rincian pelaksanaan puasa, ada beberapa hal yang khusus untuk wanita, karena adanya perbedaan fitrah antara laki-laki dan perempuan. Hal ini sering menjadi permasalahan yang kadang-kadang membuat seorang muslimah ragu dalam menentukan sikap. Mudah-mudahan panduan ini dapat bermanfaat bagi kita kaum muslimah. Amiiin.. :)

Panduan Umum

1. Wanita sebagaimana pria disyariatkan memanfaatkan bulan suci ramadhan untuk banyak beribadah. Seperti memperbanyak membaca Al-Quran, dzikir, doa, sedekah dan lain-lain, karena pada bulan ini seluruh amalan akan dilipatgandakan pahalanya.

2. Mengajarkan pada anak-anak akan pentingnya bulan Ramadhan bagi umat Islam, dan membiasakan mereka berpuasa secara bertahap(tadarruj), serta menerangkan hukum-hukum puasa yang bisa mereka cerna sesuai dengan tingkat kepahaman yang mereka miliki.

4. Tidak hanya menghabiskan waktu di dapur, dengan membuat berbagai variasi makanan untuk berbuka. Memang diantara tugas wanita ialah menyiapkan makanan berbuka, tetapi jangan sampai hal itu menguras seluruh waktunya, karena ia juga dituntut untuk mengisi waktunya dengan beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

4. Melaksanakan sholat pada waktunya. (lagi…)

Seorang gadis itu seperti bunga mawar dan ayah seperti pemilik kebun mawarnya. Seseorang yang menanam bunga mawar, merawatnya, pasti tidak mungkin begitu saja memberikan bunga itu pada orang yang baru saja melihatnya, kemudian ingin memetiknya… Pemilik mawar itu pasti ingin memastikan apakah bunga mawar itu akan dirawat lebih baik atau minimal sama dengan sebelum diberikannya dengan si pemetik tadi.

Bunga mawar di kebunnya...

Bunga mawar di kebunnya...

Kenapa bunga mawar? Karena ayah ingin aku teguh, seperti mawar yang warnanya merah tegas. Ayah juga ingin aku selalu dapat menjaga diri sendiri, seperti mawar yang duri-durinya ada untuk melindunginya dari rampasan tangan yang kasar.

(lagi…)

Puisi karya Rabi’ah al-Adawiyah ini begitu indah sekali.. Subhanallah.. Sebenarnya udah pernah kubaca pas aku masih duduk di semester 2 (tahun 2005) di buku “Diary Pengantin” (buku yang tak sengaja terbeli karena mau dihadiahkan ke teman), tapi saat itu belum ngeh juga… :/ ? Ah, apa bisa sih? Bisakah mencintai orang yang belum kita ketahui siapa dia.. (misalnya dijodohin ato melalui proses ta’aruf), kemudian orang tersebut menjadi suami kita? Butuh waktu berapa lama untuk mencintainya? Weeew… Itu pikirku dulu.. Apalagi saat itu aku masih belum tertarbiyah dengan baik. Lambat laun aku pun mulai mengerti.. setelah belajar banyak hal tentunya.. bahwa cinta pada manusia itu sebenarnya tidak abadi.. kita bisa kok melupakan masa lalu kita (walaupun mungkin kita pernah setengah mati mencintai ”dia yang dimasa lalu” haha.. aduuuh.. Forget it!) dan Insya Allah bisa jatuh cinta lagi sama orang lain.. So kenapa takut untuk menerima orang yang menjadi suami/ istri kita.. Padahal cinta yang indah, pacaran yang indah serta membuat seluruh alam bertasbih n mendoain kita yah.. itu tadi cinta yang terjalin setelah pernikahan.. setelah diikat secara halal oleh Allah SWT…

By The Way.. mungkin semua orang pasti ingin bisa menikah dengan orang yang dicintainya.. Alhamdulillah bila itu terjadi, berarti dia rejeki kita tapi bila bukan.. tak perlu berlarut-larut dalam kesedihan dong ah… Belum tentu apa yang menurut kita itu baik tetapi ternyata tidak menurut Allah.. Namun bisa juga kita membenci sesuatu padahal dalam pandangan Allah itu terbaik buat kita. Oleh sebab itu agar tidak zina hati, yuk ah.. jaga hati kita..

Let’s to pray and wish Allah gives the best for us.. (lagi…)

Penulis : Kinoysan

Penerbit : Penerbit Lingkar Pena, Jakarta

ISBN : 979136746-9

Terbit : Juli, 2008

Harga : Rp. 34.000,-

Sinopsis :

KISAH INSPIRATIF DAN MENYENTUH

PERJUANGAN MUSLIMAH LAJANG

MENEMUKAN JODOH CINTANYA


Jika kau menyimpan matahari

Berikan padaku

Aku akan menyimpannya

Di sepanjang jejak

Yang kutinggalkan

(BiruLaut)

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =


Kepada Jodoh Cintaku

Di Bumi Allah

Apa kabar, Cinta?

Melalui surat ini, kusampaikan padamu, bahwa aku masih menunggu dengan setia dan penuh kerinduan, dalam malam-malam yang penuh doa.

Beberapa kali seseorang hadir dalam episode hidupku (dan tahukah sayang…. aku mengira itu kamu). Hanya suratan takdir kemudian yang membuatku sadar, kau belum lagi singgah dalam hidupku. (lagi…)

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »