Friendship


DSC02661

Hufffffh…. saya melirik setumpuk berkas dan beberapa buku yang tergeletak di kursi panjang
tempat saya duduk. Ada berkas-berkas pendaftaran yang separuhnya belum saya isi, skripsi yang harus dipelajari kembali dan beberapa buku baru yang terbeli di pertengahan bulan kemarin. Di pojok kamar teronggok kotak dan keresek berisi bahan-bahan flanel, paket pesanan yang akan diantar ke TIKI, foto-foto produk yang belum diedit (pingin dijadikan katalog) dan sederet list pemesan souvenir untuk bulan depan. OMG, betapa sibuknya hari-hari saya

Di hari Minggu ini saya ingin melepas kepenatan, melupakan sejenak aktifitas jahit menjahit.
Saya mencoba merilekskan pikiran saya dengan membuat harum-haruman di dalam kamar. Menyalakan aromaterapi vanilla dan membuka toples berisi potpouri.. Alhamdulillah membuat pikiran sedikit fresh. Saya merebahkan diri di kasur yang empuk, membaca buku “Perfume“-nya Patrick Suskind yang baru sempet saya sentuh, menghirup secangkir teh hangat dan sesekali melirik skripsi. Wkakaka, bingung pisan, udah hampir setahun saya tak mengenyam bangku sekolah atau kuliah, dan ketika dihadapkan pada tulisan-tulisan ilmiah dalam skripsi itu,,, lumayan bikin mumet…
Dulu ketika menyusunnya dan menunggu detik-detik sidang, saya hampir hapal di luar kepala apa yang telah saya tulis dan paparkan. Tapi sekarang…. Kenapa tulisan-tulisan itu jadi begitu asing dan terlupakan?? Jika minggu-minggu ke depan ini tidak menghadapi jadwal-jadwal khusus seperti konsultasi dengan dosen, mengisi formulir pendaftaran, menyiapkan judul penelitian dan tes wawancara, pastilah skripsi itu tetap tak tersentuh dan berdiri manis di rak buku saya.

Ckckckc….

Teringat pula akan beberapa janji untuk menelpon dosen pembimbing, mengambil rekomendasi dan menghubungi beberapa teman saya di FKG yang dulu pernah satu kelompok dalam PKM (Program Kreativitas Mahasiswa).

“Tiit tiiit tiiit…”
Hape saya berbunyi ketika saya sedang mengetik di komputer, menandakan sms masuk. Saya melihat SMS balasan dari seorang al-akh FKG yang dulu menjadi ketua kelompok PKM saya dan pernah menjabat menjadi Ketua BEM.
“Kalo file makalahnya ada, tapi sertifikat atw semacamnya gak ada. Alhamdulillah kabarku baik. Btw selasa aku mw sidang skripsi, doain ya. Thx..”

Weiw.. sedang sibuk mempersiapkan sidang skripsi.. Hmmm, jadi tak berani mengganggunya dengan urusan PKM yang ingin saya minta. Mungkin setelah hari Selasa saya baru akan merepotinnya kembali. Udah lama saya tak berinteraksi lagi dengan teman2 satu tim saya yang berbeda jurusan itu. Padahal dua tahun yang lalu, kami begitu akrab, sibuk dan hampir setiap hari ribut mengerjakan proyek karya ilmiah dari Dikti, wira-wiri kampus A, B, C dan wisata kuliner di Surabaya *kebanyakan acara makan-makannya deh kayaknya*.
Benar-benar momen yang cukup seru, dan yang paling lucunya, kami berlima adalah sama-sama pengemban amanah dakwah dan organisasi di kampus. Dua ikhwan dan tiga akhwat. Pertamanya tak saling mengenal namun tiba-tiba ditakdirkan untuk berkumpul dalam satu tim. Di hari supervisi (pelaporan/ presentasi penelitian) di Rektorat, diantara kelompok-kelompok lainnya, kami adalah kelompok terkompak dan tersolid.. Haha, narsis bener. Gimana tidak kompak, setiap personil dalam kelompok kami mengenakan baju dengan warna yang senada, yakni warna kuning sehingga menyita banyak perhatian, banyak bercanda disaat kelompok lainnya sedang serius-seriusnya belajar dan kompak menjawab setiap pertanyaan dari penguji. Dan yang amat jelas menunjukkan kenarsisannya adalah kami doyan banget pepotoan.. ckckc… dasar kelompok yang aneh ya…

“Orang kok kayak gini, gak masuk akal!” itu adalah salah satu ikon bahan ledekan kami berlima yang menjiplak salah satu iklan permen mint di TV.
Hehe.. bener-bener momen tak terlupakan.

Duuh,,, saya kok jadi curhat gak jelas gini sih.. intinya mah cuma ingin melepaskan sedikit kepenatan dan mengobati rasa rindu saya akan menulis di blog. Udah lama banget gak pernah curhat via blog nih, wkekeke…

Yuuk mari ah, doain saya bisa melalui hari-hari saya ke depan yah dan menyelesaikan segala urusan ini dengan baik ^^

“Seseorang sejalan dan sealiran dengan kawan akrabnya, maka hendaklah kamu berhati-hati dalam memilih kawan setia.” (HR. Ahmad)

Maha Agung Allah yang telah menganugerahkan jiwa-jiwa persaudaraan buat seorang mukmin. Ada kebahagiaan tersendiri ketika hidup dengan banyak teman dan saudara seiman. Mungkin, itulah di antara bentuk keberkahan.

Namun, tidak semua pertemanan berujung kebaikan. Perlu kiat tersendiri agar niat baik pun menghasilkan yang baik.

Mengenali teman dengan baik

Islam adalah agama yang santun. Seperti itulah ketika Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa mendahului salam. Mendahului salam sangat dianjurkan Rasulullah saw., kepada yang kita kenal atau belum: “…berilah salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang belum kamu kenal.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Dari salam inilah hal pertama yang bisa didapat dari calon teman adalah muslimkah dia. Paling tidak, ada gambaran sejauh mana tingkat keislaman orang itu. Karena seorang muslim yang baik paham kewajiban menjawab salam.

Setelah saling berbalas salam, jalinan perkenalan dirangsang dengan mengenalkan diri si pemberi salam terlebih dahulu. Dari situlah tukar informasi diri berlangsung lancar. Dan senyum merupakan ungkapan tersendiri yang mensinyalkan rasa persaudaraan dan perdamaian. Rasulullah saw. bersabda, “Jiwa-jiwa manusia ibarat pasukan. Bila saling mengenal menjadi rukun dan bila tidak saling mengenal timbul perselisihan.” (HR. Muslim)

ukhuwah

Namun, satu momen perkenalan itu jelas belum cukup. Butuh interaksi secara alami. Setelah itu, waktu dan jumlah pertemuanlah yang menentukan. Apakah perkenalan berlanjut pada persaudaraan. Atau sebaliknya, sekadar kenal saja. Dan keinginan kuat untuk bersaudara mesti diutamakan dari sekadar kenal. Terlebih persaudaraan karena jalinan iman dan takwa. (lagi…)

Munsyid: Epicentrum

Bila yakin tlah tiba
Teguh di dalam jiwa
Kesabaran menjadi bunga
Sementara waktu berlalu
Penantian tak berarti sia-sia
Saat perjalanan adalah pencarian diri

Laksana Zulaikha
Jalani hari
Sabar menanti
Yusuf Sang Tambatan Hati
Di penantian mencari diri
Bermohonkan ampunan dipertemukan….

Reff:
Segera kan ku jemput engkau bidadari
Bila tiba waktu kutemukan aku, ya Ilahi Robbi..
Keras ku mencari.. diri, sepenuh hati
Teguhkanlah ku di langkah ini
Di pencarian hakikat diri
Dan ijinkan ku jemput bidadari
Tuk bersama menuju-MU,
mengisi hari

Kini yakin tlah tiba
Teguh di dalam jiwa
Kesabaran adalah permata
dan waktu terus berlalu

Penantian tak berarti  sia-sia
Saat perjalanan adalah pencarian diri

Laksana Adam dan Hawa
Turun ke bumi
Terpisah jarak waktu
di penantian mencari diri
Bermohonkan ampunan dipertemukan


Bidadari tlah menyentuh hati
Teduhkan nurani
Bidadari tlah menyapa jiwa
Memberikan makna

Nasyid ini spesial kupersembahkan untuk Mas sepupu-ku yang besok Jum’at akan melangsungkan akad nikahnya… :)

        Baarakallahu laka,
        wa baaraka 'alayka,
        wajama'a baynakumaa fii khoir...

        "Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan atasmu
        serta mengumpulkan kamu berdua [pengantin laki-laki dan perempuan]
        dalam kebaikan"

NB: Nasyid ini bisa didenger di MP saya sinih.. 

Bingung mau posting apa… akhirnya,, ada ide nih buat posting sms tausiyah dari para saudari muslimahku…

Semoga bermanfaat buat temen2 muslimin dan muslimah lainnya ^_^…

Bismillah… Ya Allah, muliakan saudariku ini semulia Khadijah, selembut Fatimah, seanggun Aisyah, secantik Zulaikha… Lapangkanlah jalannya, mudahkanlah urusannya… Amiien (Dari: Peri Biru)

Kepadamu kukirimkan salam terindah, salam sejahtera para penghuni surga. Salam yang harumnya melebihi kesturi, sejuknya melebihi embun pagi. Salam hangat sehangat sinar mentari waktu Dhuha. Salam sesuci air telaga Kautsar yang jika direguk akan menghilangkan dahaga selama-lamanya. Salam penghormatan, kasih dan cinta yang tiada pernah pudar dan berubah dalam segala musim dan peristiwa. (Dari: Ukhti Pipien)

YA ALLAH, muliakan saudaraku ini. Bahagiakan keluarganya berkahi rizqinya, sehatkan jasadnya, cemerlangkanlah ide dan kreativitasnya, kuatkan imannya, tinggikan derajatnya, jadikan dirinya FIISABILILLAH yg ENGKAU CINTAI, eratkanlah tali persaudaraan kami, dan kabulkanlah do’a kami. Amien… (Dari: Ukhti Farida)

MUSLIMAH SEJATI itu selalu tampak SANTAI dalam kesibukan, TERSENYUM dalam kesedihan, TAHAN di bawah tekanan, TABAH dalam kesulitan, OPTIMIS di depan tantangan & tetap SEMANGAT! So, Be Th3 B3ST! (Dari: Ukhti Wina)

Cerahnya mentari, hadirkan kerinduan di hati, tuk dapat berbagi kata dalam cerita, dalam hangatnya tali ukhuwah… Semoga ada senyum di esok hari… ;) (Dari: Ukhti Aulia)

Wanita cantik melukis kekuatan lewat masalahnya, tersenyum saat tertekan, tertawa disaat hati sedang menangis, memberkahi saat terhina, mempesona karena memaafkan… Wanita cantik mengasihi tanpa pamrih dan bertambah kuat dalam doa dan pengharapan…, ini dikirim untuk setiap wanita cantik kepunyaan Allah SWT. (Dari: Ukhti Farida)

Rabbi, jadikanlah kehidupan kami rangkaian kebaikan, ketakwaan kepadaMu sebagai penjagaan, keyakinan padaMu, kekuatan dalam ujian, ketawakalan kepadaMu, pertolongan dalam kehidupan, hati yang bersyukur sebagai penambah kenikmatan. (Dari: Peri Biru)

Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan cinta kepada-Mu, bertemu untuk taat kepadaMu, bersatu untuk berdakwah di Jalan-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatannya Ya Allah… Abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tak akan redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan indahnya tawakkal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifah-Mu dan matikanlah dalam syahid di jalan-Mu. (Dari: Ukhti Farida)

Hidup itu adalah rangkaian perjuangan demi perjuangan, maka jangan ada kata menyerah, putus asa dan sia-sia.. Tetaplah tegar meski yang lain berguguran, tetaplah tersenyum meski perjuangan ini terasa pahit dan berliku.. Karena Dia tak kan menyia-nyiakan perjuangan kita. Selamat berjuang ya adik2ku.. :) Semoga Allah berikan kemudahan. (Dari: MR-ku)

Pribadi berzikir: Allah tujuannya; Rasul teladannya; Bumi masjid baginya; Bicaranya dakwah; Diamnya zikir; Nafasnya tasbih; Matanya penuh kasih sayang; Telinganya terjaga; Pikirannya baik sangka; Hatinya selalu berdoa untuk kebaikan; Tangannya bersedekah; Kakinya berjihad; Kekuatannya silaturahim; Strateginya sabar; Cita-citanya syahid di jalan Allah; Kesibukannya hanya asyik memperbaiki dirinya. (Dari: Ukhti Ratna)

sTaR haS 5 endS..

sQuaRe haS 4 endS..

3AngLe haS 3 endS..

linE haS 2 endS…

Life haS 1 endS..

buT I hoPe

Our uKhuWah has nO endS…

InsyaAllah ;) (Dari: Ukhti Tasmi)

Untuk sebuah ukhuwah berharap kan abadi… Untuk sebuah ketulusan hati kian putih dengan keikhlasan… Hadapi hidup dengan kebesaran hati,,, Karena semua berhikmah… Keep ur spirit!! :) (Dari: Ukhti Wina)

Ukhuwah bukan terletak pada pertemuan. Bukan pada manisnya ucapan. Tapi ukhuwah terletak pada ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam setiap doanya. Saling mendoakan ya Ukhti… ;) (Dari: Peri Biru)

Kami di sore hari di atas fitrah islam, di atas kalimat ikhlas, di atas agama nabi kami: Muhammad SAW dan diatas millah bapak kami: Ibrahim yang hanif. Dan dia bukan termasuk golongan orang2 musyrik… Ya Allah, sesungguhnya aku di sore hari dariMu dalam kenikmatan, kesehatan, dan perlindungan. Maka sempurnakanlah bagiku kenikmatan, kesehatan dan perlindunganMu di dunia & akhirat. (Dari: MR-ku)

Trims untuk semua kenangan yang terukir, kerja keras n sopan santun yang kalian ajarkan. Thanks telah mewujudkan mimpiku untuk merasakan hidup sebagai adik dari kakak-kakak yang hebat seperti kalian. Salam persaudaraan selalu, semoga Allah memudahkanlah langkah kita meraih cita-cita. Amin. (Dari: Ukhti Wina)

Allah tahu kita inginkan sesuatu, jadi Allah pasti memberi.. meskipun tidak pada waktu yang kita inginkan, karena Allah lebih tahu waktu yang terbaik untuk mencurahkan karunia pada hamba-Nya. (Dari: Ukhti Wina)

Sobat, malam ini kita semua memang letih,, tetapi ada kekuatan yang akan membuat kita bertahan untuk terus berkonsentrasi menyelesaikan tanggung jawab kita: KEYAKINAN UNTUK SUKSES!!! (Dari: Ukhti Wina)

Kejenuhan boleh mewarnai kebersamaan kita karena itu wajar n manusiawi, tapi semangat tak boleh berhenti berkobar. Chayo, Sobat.. Qta lalui detik-detik terakhir perjuangan dengan usaha yang tak kenal lelah n putus asa. Allahu Akbar!!! (Dari: Ukhti Wina) (lagi…)

Hmm.. akhir-akhir ini pembicaraan tentang jodoh dan pernikahan menjadi salah satu topik yang amat menarik dibahas oleh orang-orang terutama yg masih lajang dan seusia denganku.. Tak hanya teman-teman di sekitarku namun juga temen-temen nge-blog di MP (Multiply) pun lagi seru-serunya bahas ini. Rata-rata postingan mereka all about jodoh, nikah ataupun cinta.. Sebenarnya aku tak begitu mengerti tentang konsep jodoh. Bagiku itu adalah sebuah misteri. Hanya Allah-lah yang Maha Tahu masa depan seperti apa yang akan kita jalani selanjutnya dan dengan siapa nanti kita akan bersanding mengarungi bahtera hidup. Well, aku tak pernah bisa membayangkan siapa dan bagaimana rupa pangeranku kelak (ehm..!!) dan memang tak perlu dibayangkan bukan… Psssst…. kalau dibayangkan bisa-bisa zina hati!!! Hati-hatilah, syaitan amatlah lihai memasuki hati para manusia lajang dan membangun istana cinta di dalamnya. Membangun harapan-harapan semu dan membuat kita akan selalu berharap ’seseorang’ untuk menjadi jodoh kita. Lalu bila kita sudah terlanjur menaruh harapan terlalu tinggi pada seseorang tersebut, apa benar akan ikhlas bila dia ternyata bukan seseorang yang dipilihkan-Nya untuk kita???

(lagi…)

Ini adalah foto teman-teman Biologi Unair angkatan 2004. Sebenarnya pada awal perkuliahan kami tidak memiliki foto angkatan yang resmi seperti ini (foto di studio). Karena biasanya kami hanya berfoto bareng pada saat acara-acara tertentu seperti buka puasa bersama, bergaya di depan patung rektorat ataupun juga janjian serentak pakai baju hijau. Yah, seperti itu.. ndak resmi. Padahal teman-teman dari jurusan lain sudah memiliki foto angkatan sejak mereka masih berpersonil lengkap (awal semester karena belum ada yang pindah kuliah). Sedangkan kami baru punya foto angkatan resmi ini pada saat akhir tahun 2007 kemaren, tepatnya pada akhir semester 7. Itupun juga personilnya sudah tidak lengkap lagi.. Udah ada beberapa orang yang pindah kuliah ke jurusan atau universitas lain. Sayang ya… dalam foto ini pun juga ada 5 orang teman yang berhalangan hadir karena ada acara lain. Tapi kalau nunggu lengkap-lengkap terus kapan terealisasinya coba?

Jujur, mengumpulkan teman-teman sebanyak ini cukup sulit. Menyamakan waktu dan mengumpulkan biaya untuk berfoto bersama, wuih.. butuh kerja keras yang cukup tinggi lho.. BTW *ehm…* sayalah yang mengobrak-obrak (mengingatkan terus) dan mengkoordinir mereka untuk foto bersama. Alhamdulillah terealisasi juga.. walaupun wajah kami udah tidak seimut awal semester dulu.. Hehehe… ;p (Ah, meski udah semester akhir tetep imut kok *protes neh*). (lagi…)