Curhat


Alhamdulillah… Ramadhan kali ini saya bisa menjalankannya di rumah setelah 4 tahun (!!!) selalu menjalankannya di kos. Bukannya mau ngeluh atau gimana.. tapi hik..hik.. beda banget bo rasanya puasa di rumah sama di kos.. Ada untung dan ruginya juga sih. Kalo di rumah, makanannya kan lengkap dan variatif, bisa nikmatin bareng keluarga. Sedangkan di kos kita musti beli menu buka (yang antriannya puanjaaaaang… ) dan beli sahur malam-malam (kadang-kadang menunya kurang sreg atau pas libur malah jarang ada warung buka… akhirnya bikin mie instan atau sekedar makan roti atau panganan kecil aja,kasihan banget yah….. ).Tapi pernah juga sih masak (jarang-jarang/ sering nggak sempet.. karena biasanya pulangnya selalu malem2 alias ba’da maghrib karena sering ikut kajian di masjid kampus). Emang manfaatnya kalo tinggal di kos bisa sering ikut kajian sama tarawih bareng temen-temen.. itu momen yang kusukai. Kalo di rumah, dengerin kajiannya lewat radio atau pas ba’da Shubuh ikut mama kajian di pesantren kecil desa tetangga. By The Way alhamdulillah.. saya sudah punya jadwal khusus juga dengan kelompok LQ. Kayak taun kemaren pas awal 10 hari terakhir bulan Ramadhan kami ngadain i’tikaf di Masjid Al-Akbar Surabaya yang terkenal megah itu… Subhanallah… senengnya bisa ibadah disana.. pengunjungnya juga rameee bgt.. Semua berlomba-lomba mencari malam Lailatul Qadr …^^ Insya Allah taun ini kita mau i’tikaf lagi.. tapi lokasi tujuan kita mungkin ganti..

O,ya… sudah beberapa hari ini kala menjelang bedhug maghrib saya ‘berjualan es’ di rumah sendiri… :P Maksudnya saya yang bagian bikin takjil gituuuh… So tiap hari pula saya kudu kreatif mau bikin hidangan apa yang manis dan nyegerin atau sesuai selera orang serumah sehingga bisa dijadiin takjil. Hari pertama, karena di kulkas ada satu kotak buah strawberry akhirnya bikin takjil jus strawberry, trus hari kedua es cincau rasa melon, hari ketiga kolak pisang tapi adekku juga minta dibikinin ChocOrange Coffee Freeze (halah ribet amat namanya, hehe..), hari keempat (hari in yah…) es sari kelapa rasa melon.. Hehe.. dari tadi kok nyebut melon terus… :D Maklum sirup warna merah yang rasa cocopandan habis jadi ganti yang warna ijo, rasa melon.. ^__^ v.. Yang lagi browsing menu buka puasa.. mungkin aja dapet ide mau bikin hidangan apa setelah liat foto-foto ini. Tapi bagi yang lagi puasa.. mohon maaph.. jangan sampe ngiler ya.. Hwkekeke… :P

Jus Strawberry

Jus Strawberry

Resep jus strawberry bisa dilihat disini

Es Cincau Rasa Melon

Es Cincau Rasa Melon

Es Sari Kelapa Rasa Melon

Es Sari Kelapa Rasa Melon

Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 31 Agustus 2008 saya pergi melihat-lihat pameran pendidikan di hotel Sheraton. Seperti informasi sebelumnya yang pernah saya posting disini, hari Minggu kemaren JASSO (Japan Students Services Organizations) ngadain pameran Pendidikan Jepang 2008 di dua kota yang salah satunya adalah Surabaya.. Agak beruntung juga saya yang tinggal di kawasan sekitar Surabaya masih bisa menyempatkan datang ke acara tersebut walaupun saya datangnya di penghujung akhir acara (siang menjelang sore ;) ) hehe.. Maklum.. saya belain datang jauh-jauh dari rumah di Krian dan pergi naik angkot ke Surabaya (yang perjalanannya menempuh waktu 2 jam ‘coz terjebak macet). Sesampai di Surabaya, saya pun ngambil motor di kosan dulu kemudian jemput temen biar saya nggak sendirian. Dan teman saya tersebut ternyata juga ngajak adik dan temen kosnya.. so kita liat pamerannya rame-rame deh.. khan acaranya gratis plus terbuka untuk umum gituuuh… ^__^

Well, back to the topic.. walaupun datangnya udah agak sorean.. Acara yang kami datangi itu ternyata rame banget lho.. Rame pengunjung!! Baru pertama masuk, kami disuruh mengisi angket terlebih dahulu. Angket itu berisi tentang tujuan datang ke acara tersebut, status pengunjung apakah masih pelajar/ mahasiswa atau umum, tau info pameran dari mana, apa yang ingin diketahui dari pameran tersebut, dan sebagainya. Setelah mengisi angket, kita diberi hand bag berisi buku panduan “Student Guide to Japan” dan beberapa brosur serta tabel penilaian (yang harus diisi dan diserahkan usai melihat pameran). Setelah memasuki Grand Ballroom Sheraton kami melihat beberapa stand yang memperkenalkan kebudayaan Jepang seperti stand Shodo (kaligrafi Jepang) yang ngajak para pengunjungnya untuk mencoba menulis huruf Jepang, stand Origami yang dipandu sama beberapa alumni student dari Jepang dan ngajarin kami bikin bermacam-macam kreasi dari kertas lipat, serta stand Chanoyu dengan perlengkapannya yang nunjukkin demo upacara minum teh. Eh acaranya cukup seru lho…!! Apalagi pas demo upacara minum teh.. Hmmm… ternyata bikin teh serta penyajiannya ke tamu tuh nggak gampang lho… ada seninya tersendiri dan step-step khusus yang berbeda dengan bikin teh pada umumnya. Ada suatu ruang khusus untuk minum teh yang disebut chashitsu, trus disitu juga telah tersedia peralatan lengkap seperti mangkuk keramik untuk minum, pengaduk teh (ingat bukan sendok lhoo.. :P ), tempat mengambil air seperti gayung kecil yang terbuat dari bambu dan mempunyai pegangan tangan yang amat panjang, kompor kecil, serbuk teh hijau (umumnya dinamakan matcha), dan piring kecil berisi makanan kecil sebagai suguhan. Penyelenggaraan upacara minum teh sebenarnnya mencerminkan kepribadian dan pengetahuan seni sang tuan rumah. Jadi menuang air teh untuk tamu nggak bisa dilakukan secara sembarangan saja, butuh pengetahuan dan pendalaman yang cukup. Disamping itu yang harus diperhatikan (terutama kita nih, sapa tau dapat undangan acara minum teh ala Jepang), tamu yang diundang pun juga harus tahu atau mempelajari tata krama, kebiasaan, atau etiket minum teh yang dihidangkan.

Stand Chanoyu

Stand Chanoyu

(lagi…)

Akhirnya saya punya tanaman Strawberry di rumah.. ^_^ Tadi sore kedua orang tua saya pulang dari Trawas-Malang dan membawa oleh-oleh berupa dua buah tanaman Strawberry (Fragraria sp. ) untuk saya. It’s so nice! Well, mereka tau banget kalau putri satu-satunya ini amat menyukai buah merah segar nan imut itu. Heheuh! Tapi masalahnya.. bisa bertahan hidup nggak ya nih taneman di daerah panas kayak Surabaya dan sekitarnya (maksudnya rumah saya), khan Strawberry habitatnya di daerah pegunungan yang dingin kayak Malang, Bandung, de..el..el.. Musti ekstra hati-hati nih ngerawatnya. Bei de wei.. katanya si penjual, bisa saja hidup di daerah panas seperti Surabaya tapi nggak boleh langsung terpapar sinar matahari. Jadi musti ditaruh di tempat teduh gituh.. Trus katanya lagi penyiramannya pun cukup dilakukan sekali sehari. Semoga nih tanaman bisa tumbuh dengan baik dan berbuah lebat yah.. (biar bisa dijadiin jus dan cakes strawberry ^_^) …

Alhamdulillah…

Menengok apa yang telah saya hadapi beberapa bulan terakhir ini membuat saya tak henti-hentinya mengucap syukur atas nikmat yang telah Dia berikan. Mungkin kita tidak akan pernah bisa menghitung seberapa banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita dan seluruh makhluk-Nya. Coba sehari saja anda menghitungnya apa saja nikmat tersebut.. dimulai dari kita bangun pagi, alhamdulillah… jantung kita masih berdetak, kita masih bisa bernapas, menghirup udara segar, berjalan, berbicara, mendengar, makan dengan nikmat… dst. Subhanallah… Tapi manusia seringkali melupakan hal tersebut. Manusia sering mengeluh apabila tertimpa masalah, begitupula saya… Ya Rabb maafkan hamba-Mu yang penuh dosa ini… T_T

Saya agak tersenyum memandang buku bersampul cokelat disebelah saya sekarang. Pada sampulnya tercetak judul penelitian, nama penyusun serta lambang instansi dimana saya mengenyam pendidikan perguruan tinggi selama 4 tahun belakangan. Dulu saya begitu kagum dengan hasil karya kakak-kakak kelas yang telah lulus. Ketika saya berada di perpustakaan (Ruang baca) dan membuka skripsi mereka saya selalu bedecak kagum, “Hebat ya mereka bisa membuat ini”, dan setelah saya menjalaninya… ^_^ hmmmm…. cukup gampang-gampang susah ternyata, hehehehe… Yang jelas saya merasa bahwa membuat skripsi itu butuh perjuangan yang sangat besar… Sekarang saya pun tersenyum-senyum kecil ketika mengingat itu semua..

Dan begitu syahdunya malam-malam yang sepi saat-saat ku dirundung masalah dan bersujud dihadapan-Nya, menangis, dan memohon agar doa-doaku didengar. Setiap malam… Ya, Allah… terima kasih kau telah mendengarkan doaku dan mengabulkan diantaranya… Aku menyukai saat-saat malam seperti itu. Betapa indahnya berduaan dengan-Mu.

Andaikan tiap malam bisa seperti itu (tapi ternyata tidak bisa yah.. saya khan wanita, hehehe.. ). (lagi…)

Pengumpulan naskah skripsi musti dikumpulin tanggal 13 Juni besok. Otomatis aku yang masih berkutat dengan penelitian skripsi yang tak kunjung berhasil, merasa ketar-ketir. Sampe detik ini udah mengalami tiga kali kegagalan.. Wow! Tapi kata temen2 hal itu wajar, karena ada yang sampe ngalamin 21 kali kegagalan. V_V Terbersit dalam pikiranku apa aku musti ambil satu semester lagi kalo hasil penelitiannya kayak gini terus.

Mikroba fitopatogen yang harus aku uji dengan larutan ekstrak lumut Dumortiera sp. ada 2 macam yaitu Xanthomonas oryzae dan Fusarium solanii. Nah, yang paling sering bikin kesel ya saat numbuhin Xanthomonas oryzae, bakteri ini bolak-balik terkontaminasi sama beberapa mikroba lain. Halo (diameter hambatan) yang aku inginkan juga ndak muncul-muncul. Target yang telah aku petakan jadi tertunda terus.. pekerjaan baru nambah, memurnikan mikroba yang terkontaminasi dalam sampel bakteriku. (lagi…)

Siang ini aku hampir-hampir mengalami shock ketika melakukan penelitian skripsi di lab. Betapa tidak, ketika sibuk-sibuknya melakukan ekstraksi lumut dengan menggunakan vacuum rotary evaporatory, ekstrak lumut yang aku maserasi dengan metanol tiba-tiba mendidih di dalam labu dan sedikit tersedot ke atas.. Innalillahi… Langsung aku cepat-cepat mematikan alat itu dengan jantung yang berdebar-debar. Seandainya aku biarkan bisa-bisa semua ekstrak lumutku tersedot dan apakah alatnya kemungkinan bisa meledak (?), naudzubillah… Untuk menenangkan hatiku yang shock aku pun menunda pekerjaan nge-Lab-ku tersebut (bermaksud nunggu petugas lab selesai sholat Jum’at dan membantuku mengatasi sedikit trouble itu) dengan pergi ke labkom dan membuka blog… Ya, Allah.. mudahkanlah urusanku… aku ingin penelitian ini bisa segera selesai tepat pada waktunya. Aku sudah men-target agar bisa lulus semester ini… T_T

9 April 2008 (seharusnya kuposting tanggal ini)

Subhanallah…, dalam sehari ini beberapa hal yang membuatku bahagia datang berturut-turut.. Apakah itu?

1. Pagi-pagi sekali mamaku menelpon kalo kucingku yang hamil untuk pertama kalinya sudah melahirkan anak-anaknya… I have 3 babies kittens!! Aslinya seh ada 4 anak kucing tapi ada satu yang ditemukan meninggal, diduga ada kemungkinan besar waktu keluar dia tercekik. Ketiganya memiliki warna bulu yang mirip banget sama induk betinanya, coklat kehitaman campur sedikit warna putih dan kuning.. Beda jauh sama induk jantan yang berwarna putih bersih. Tapi aku tetep bersyukur.. Maklum baru kali ini aku punya kucing yang hamil trus punya anak, hehe… ;) Alhamdulillah…

2. CD proposal skripsi-ku akhirnya terbaca di sebuah komputer no. 13 di labkomku. Kenapa aku merasa bahagia sekali? Karena sudah berulangkali aku nyoba masukkin CD-RW yang amat penting bagiku itu di hampir semua laptop dan komputer beberapa orang yang kukenal (termasuk hampir semua komputer di labkom bio), hasilnya nihil alias nggak terbaca. Yang terbaca malah file yang baru aku burning.. yang lama (file proposal skripsi-ku) seolah-olah tertumpuk. Dulu aku juga pernah (kebetulan) memasukkan CD tersebut di komputer no.13 dan langsung terbaca… aku udah senang dan kupikir itu akan terbaca juga di laptopku, ternyata O..ow.. tidak. Just only di komputer no.13 itu tadi yang bisa. Emang di komputer tersebut ada program apanya ya yang bisa membuatnya bisa memperlihatkan file-ku yang seolah-olah telah menghilang? Hmm… tanpa menyia-nyiakan kesempatan itu, langsung deh file-file itu aku perbanyak dengan meng-copas-ke komputer tersebut dan diburning ke CD yang baru. Jangan sampai aku kehilangan lagi untuk kedua kalinya (eh, ketiga kayaknya…).

3. Aku tiba-tiba mendapat sms dari beberapa sahabatku. Beberapa hari ini aku memang lagi mikirin mereka, mikirin bahwa sebenarnya aku beruntung mempunyai sahabat-sahabat seperti mereka. Sayangnya udah lama aku nggak kontak-kontakkan dengan mereka. Kangen.. Yah.. aku kangen buat ngumpul2 lagi atau sekedar bercanda-canda sama mereka. Melihat senyuman mereka udah bikin aku bahagia.. (ah, hiperbola sekali ya..). Apalagi aku pernah sempat mengalami krisis persahabatan karena seorang sahabat baikku, yang telah menjalin 8 tahun persahabatan denganku,…. -aku tidak sanggup untuk menulisnya- mungkin itu keputusan yang udah dia pilih. Hingga aku jadi bingung, apa sebenarnya makna persahabatan itu? Apa persahabatan itu tidak abadi? Oh, ya.. aku sampai lupa, aku khan sedang membahas kebahagiaan, kok ngomongnya jadi yang sedih-sedih… Back to the topic.. Tadi siang Rani, temenku yang dari jurusan Kimia ‘04, ngirim sms. Begini isinya: (lagi…)

8 April 2008, pagi jam 06.45

Pagi ini agak berbeda dengan pagi-pagi sebelumnya. Apa pasalnya? Pas aku lagi asyik masak di kos gak taunya mamanya temenku Uli tiba-tiba ikut nimbrung dan memperhatikan kesibukanku yang berkutat dengan bawang, udang, cabe, dan sebagainya. Beliau jauh-jauh datang dari Jember dan udah 2 hari ini menginap di kosan coz hari Minggu kemaren beliau da undangan pernikahan di Surabaya. Hmm… lucunya, dari sekedar memperhatikan dan memberi tips2, beliau mungkin gak sabar kali ya ngeliat aku yang masih baru amatiran masak, ha..ha.. langsung deh beliau mbantuin aku…. Duh, jadi gak enak neh ngrepotin…. Dan Tarra!!! Tumis Manisa Udang jadi deh… hmmm… sedap lho!! Asli tanpa penyedap rasa, cuma pake garam dan gula doang…

By the Way, karena beliau udah bantuin aku en sungkan, aku trus inisiatif ngajak si Uli buat paruhan maem sama aku… Istilahnya berbagi gitu… Jadi patungan duit belanja buat masak itu tadi. Selesai mbantuin aku, beliau berpamitan pulang mau balik ke Jember naik kereta pagi. Makasih Ibu.. udah dibantuin…!

O, ya… aku mau bagi-bagi resep nih gimana caranya bikin masakan ini plus tambahan tips dari mamanya Uli… (lagi…)

« Halaman Sebelumnya