Oleh : Qosim Nursheha Dzulhadi
“Hendaklah kalian mengingat Tuhan kalian, dan shalatlah kalian di awal waktu. Sesungguhnya Allah `Azza wa Jalla melipat gandakan pahala kalian” (HR. Al-Thabrani)
Shalat adalah “komunikasi langsung” dengan sang Khaliq. Langsung karena tidak boleh “diwakilkan” oleh orang lain. Atau, tidak boleh digantikan oleh amalan apapun, karena ia sarana percakapan hamba dengan penciptanya.
Sungguh indah kehidupan seorang Muslim dengan Tuhannya. Setiap hari, lima kali ia menghadap kepada-Nya. Belum lagi shalat-shalat tambahan (nawafil), seperti Dhuha, Witir, Tahajjud, Hajat, dsb. Saat itulah sang hamba memuji Tuhannya, mensucikan, memohon pertolongan, meminta rahmat, hidayah dan ampunan kepada-Nya.
Shalat, menurut Rasulullah saw “bak” sungai yang mengalir di depan pintu rumah seorang Muslim. Dari Abu Hurairah ra, beliau berkata: “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Bagaimana pendapat kalian seandainya di depan pintu seorang dari kalian terdapat sebuah sungai. Setiap hari ia mandi lima kali di dalamnya. Apakah masih ada kotoran yang melekat di tubuhnya?” Mereka menjawab: “Tidak ada!” Rasulullah berkata: “Itulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapus semua kesalahan” (Muttafaq `Alaih).
Dari Jabir ra, ia berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Perumpamaan shalat lima waktu seperti sebuah sungai yang melimpah, yang mengalir di depan pintu rumah seorang dari kalian. Ia mandi di dalamnya setiap hari lima kali” (HR. Muslim).
Subhanallah! Begitu pemurahnya Allah kepada kita. Dosa-dosa kita dihapus hanya dengan shalat lima waktu. Kesalahan kita berguguran di sungai “penghapus dosa”. Tidak ada kenikmatan, selain kenikmatan bermunajat kepada Allah lewat shalat. Shalat dijadikan oleh Rasulullah saw sebagai “permata hati” (qurah `ain). Dalam sebuah haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah berkata kepada Bilal: “Ya Bilal! Aqim al-shalah wa arihna biha (Hai Bilal! Dirikanlah shalat dan rehatkan kami dengannya). Bahkan akhir dari wasiat beliau adalah: “shalat” (HR. Ibnu Majah). (lagi…)


