Rabu, September 10th, 2008


Sudah 10 hari kita ada di dalam kereta Ramadhan.. Amalan-amalan apa sajakah yang sudah kita lakukan di bulan yang penuh berkah ini??.. Ya.. Allah,, tak terasa ya udah 10 hari.. Ramadhan janganlah cepat berlalu… T_T… Saudara-saudaraku marilah kita saling mengingatkan untuk menuju kebaikan.. Oh, ya.. kali ini saya ingin berbagi postingan tentang qiyam Ramadhan. Moga-moga ilmu yang penuh manfaat ini akan selalu mendatangkan pahala bagi kita. Yuk, laksanakan qiyam Ramadhan..

1.Dalilnya :

  • Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Barangsiapa mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ” (Hadits Muttafaq ‘Alaih)

  • Dari Abdurrahman bin Auf radhiallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebut bulan Ramadhan seraya bersabda :

“Sungguh, Ramadhan adalah bulan yang diwajibkan Allah puasanya dan kusunatkan shalat malamnya. Maka barangsiapa menjalankan puasa dan shalat malam pada bulan itu karena iman dan mengharap pahala, niscaya bebas dari dosa-dosa seperti saat ketika dilahirkan ibunya.” (HR. An-Nasa’i, katanya: yang benar adalah dari Abu Hurairah),” Menurut Al Arna’uth dalam “Jaami’ul Ushuul”, juz 6, hlm. 441, hadits ini hasan dengan adanya nash-nash lain yang memperkuatnya.

2. Hukumnya:

Qiyam Ramadhan (shalat malam Ramadhan) hukumnya sunnah mu ‘akkadah (ditekankan), dituntunkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan beliau anjurkan serta sarankan kepada kaum Muslimin. Juga diamalkan oleh KhulafauRasyidin dan para sahabat dan tabi’in. Karena itu, seyogianya seorang muslim senantiasa mengerjakan shalat tarawih pada bulan Ramadhan dan shalat malam pada sepuluh malam terakhir, untuk mendapatkan Lailatul Qadar.

3. Keutamaannya:

Qiyamul lail (shalat malam) disyariatkan pada setiap malam sepanjang tahun. Keutamaannya besar dan pahalanya banyak.

Firman Allah Ta’ala :

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya ”( Maksudnya mereka tidak tidur di waktu biasanya orang tidur, untuk mengejakan shalat malam) , sedang mereka berdo’a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. “(AsSajdah: 16).

Ini merupakan sanjungan dan pujian dari Allah bagi orang-orang yang mendirikan shalat tahajjud di malam hari. Dan sanjungan Allah kepada kaum lainnya dengan firman-Nya :

“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; dan di akhir-akhir malam mereka momohon ampun (kepada Allah) . ” (Adz-Dzaariyaat: 17-18).

“Dan orang-orangyang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (Al-Furqaan: 64).

Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi(dengan mengatakan: Hadits ini hasan shahih dan hadist ini dinyatakan shahih oleh Al-Hakim) dari Abdullah bin Salam, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

Wahai sekalian manusia, sebarkan salam, berilah orang miskin makan, sambungkan tali kekeluargaan dan shalatlah pada waktu malam ketika semua manusia tidur, niscaya kalian masuk Surga dengan selamat. “

Juga diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Bilal, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Hendaklah kamu mendirikan shalat malam karena itu tradisi orang-orang shalih sebelummu. Sungguh, shalat malam mendekatkan dirimu kepada Tuhanmu, menghapuskan kesalahan, menjaga diri dari dosa dan mengusirpenyakit dari tubuh” (Hadits ini dinyatakan shahih oleh Al-Hakim dan Adz-Dzahabi menyetujuinya, 1/308),

Dalam hadits kaffarah dan derajat, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Dan termasuk derajat: memberi makan, berkata baik, dan mendirikan shalat malam ketika orang-orang tidur’: dinyatakan shahih oleh Al-Bukhari dan At-Tirmidzi)” Lihat kitab Wazhaa’ifu Ramadhan, oleh Ibnu Qaasim, hlm. 42, 43.

Dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasalllam :

“Sebaik-baik shalat setelah fardhu adalah shalat malam. ” (HR. Muslim).

(lagi…)

Muslimah in Ramadhan

Muslimah in Ramadhan

Dalam surah Al-Baqarah ayat 183, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan puasa dengan tujuan menggapai taqwa. Perintah ini adalah umum, artinya berlaku untuk laki-laki dan perempuan. Tetapi dalam rincian pelaksanaan puasa, ada beberapa hal yang khusus untuk wanita, karena adanya perbedaan fitrah antara laki-laki dan perempuan. Hal ini sering menjadi permasalahan yang kadang-kadang membuat seorang muslimah ragu dalam menentukan sikap. Mudah-mudahan panduan ini dapat bermanfaat bagi kita kaum muslimah. Amiiin.. :)

Panduan Umum

1. Wanita sebagaimana pria disyariatkan memanfaatkan bulan suci ramadhan untuk banyak beribadah. Seperti memperbanyak membaca Al-Quran, dzikir, doa, sedekah dan lain-lain, karena pada bulan ini seluruh amalan akan dilipatgandakan pahalanya.

2. Mengajarkan pada anak-anak akan pentingnya bulan Ramadhan bagi umat Islam, dan membiasakan mereka berpuasa secara bertahap(tadarruj), serta menerangkan hukum-hukum puasa yang bisa mereka cerna sesuai dengan tingkat kepahaman yang mereka miliki.

4. Tidak hanya menghabiskan waktu di dapur, dengan membuat berbagai variasi makanan untuk berbuka. Memang diantara tugas wanita ialah menyiapkan makanan berbuka, tetapi jangan sampai hal itu menguras seluruh waktunya, karena ia juga dituntut untuk mengisi waktunya dengan beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

4. Melaksanakan sholat pada waktunya. (lagi…)

Seorang gadis itu seperti bunga mawar dan ayah seperti pemilik kebun mawarnya. Seseorang yang menanam bunga mawar, merawatnya, pasti tidak mungkin begitu saja memberikan bunga itu pada orang yang baru saja melihatnya, kemudian ingin memetiknya… Pemilik mawar itu pasti ingin memastikan apakah bunga mawar itu akan dirawat lebih baik atau minimal sama dengan sebelum diberikannya dengan si pemetik tadi.

Bunga mawar di kebunnya...

Bunga mawar di kebunnya...

Kenapa bunga mawar? Karena ayah ingin aku teguh, seperti mawar yang warnanya merah tegas. Ayah juga ingin aku selalu dapat menjaga diri sendiri, seperti mawar yang duri-durinya ada untuk melindunginya dari rampasan tangan yang kasar.

(lagi…)

Bayangkan saja ketika akan melakukan perjalanan, biasanya kita menyiapkan daftar hal-hal yang kita butuhkan untuk perbekalan. Maksudnya, untuk meyakinkan kita bahwa segala kebutuhan tersebut tidak menganggu perjalanan akibat terlupakan atau tidak terlengkapi.

Ramadhan merupakan perjalanan kita untuk semakin dekat dengan Allah. Di tengah jalan kita mungkin akan menemui beberapa hambatan dan godaan yang akan menghalangi dan melambatkan jalan kita. Nah, agar perjalanan ini berlangsung lancar, kita membutuhkan persiapan.

Berikut adalah beberapa hal yang diperlukan dalam mempersiapkan perjalanan di bulan Ramadhan:

1. Sikap antusias
Seorang mukmin pasti menanti-nanti datangnya Ramadhan. Ia bahagia ketika bulan Ramadhan tiba dan sedih ketika bulan Ramadhan berlalu. Kita juga,
kan?

2. Waktu
Ramadhan mengharuskan kita menyisihkan lebih banyak waktu yang lebih banyak untuk ibadah. Rencanakan agar Ramadhan tidak terlalu disibukkan oleh tuntutan-tuntutan dunia. Kita harus pintar dalam memilih aktivitas yang dapat dihentikan sementara waktu. Jangan sampai kesempatan untuk memperoleh berkah dari Allah di bulan ini terlewatkan.
(lagi…)

Puisi karya Rabi’ah al-Adawiyah ini begitu indah sekali.. Subhanallah.. Sebenarnya udah pernah kubaca pas aku masih duduk di semester 2 (tahun 2005) di buku “Diary Pengantin” (buku yang tak sengaja terbeli karena mau dihadiahkan ke teman), tapi saat itu belum ngeh juga… :/ ? Ah, apa bisa sih? Bisakah mencintai orang yang belum kita ketahui siapa dia.. (misalnya dijodohin ato melalui proses ta’aruf), kemudian orang tersebut menjadi suami kita? Butuh waktu berapa lama untuk mencintainya? Weeew… Itu pikirku dulu.. Apalagi saat itu aku masih belum tertarbiyah dengan baik. Lambat laun aku pun mulai mengerti.. setelah belajar banyak hal tentunya.. bahwa cinta pada manusia itu sebenarnya tidak abadi.. kita bisa kok melupakan masa lalu kita (walaupun mungkin kita pernah setengah mati mencintai ”dia yang dimasa lalu” haha.. aduuuh.. Forget it!) dan Insya Allah bisa jatuh cinta lagi sama orang lain.. So kenapa takut untuk menerima orang yang menjadi suami/ istri kita.. Padahal cinta yang indah, pacaran yang indah serta membuat seluruh alam bertasbih n mendoain kita yah.. itu tadi cinta yang terjalin setelah pernikahan.. setelah diikat secara halal oleh Allah SWT…

By The Way.. mungkin semua orang pasti ingin bisa menikah dengan orang yang dicintainya.. Alhamdulillah bila itu terjadi, berarti dia rejeki kita tapi bila bukan.. tak perlu berlarut-larut dalam kesedihan dong ah… Belum tentu apa yang menurut kita itu baik tetapi ternyata tidak menurut Allah.. Namun bisa juga kita membenci sesuatu padahal dalam pandangan Allah itu terbaik buat kita. Oleh sebab itu agar tidak zina hati, yuk ah.. jaga hati kita..

Let’s to pray and wish Allah gives the best for us.. (lagi…)