Posted by sweetstrawberry under
Islami,
Renungan | Tag:
Islami,
Renungan |
[2] Comments
Berapakah kira-kira luas surga?
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu, dan kepada Syurga yang luasnya SELUAS LANGIT dan BUMI, yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa”. (QS. Ali Imran: 133)
“Berlomba-lombalah kamu sekalian untuk mendapatkan ampunan Tuhanmu dan syurga yang luasnya SELUAS LANGIT dan BUMI yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya” (QS. Al-Hadiid : 21)
Subhaanallah, Surga itu luasnya seluas langit dan bumi? Berapakah luasnya langit dan bumi itu? Bisakah ilmu pengetahuan mengukurnya? Surga begitu luasnya, sementara penduduk bumi kita yang berisi sekitar lima milyar orang saja masih menyisakan demikian luas tempat yang belum dihuni.
Baiklah, sekedar untuk berhitung dan yang penting adalah untuk menambah keimanan kita akan kebesaran Allah Swt, mari kita mencoba mengukurnya. Berdasarkan informasi dari Al-qur’an. Bahwa langit ini dicipta oleh Allah Swt sebanyak TUJUH lapis.
Pernyataan ini didukung paling tidak oleh delapan buah ayat al-qur’an yaitu Al-Isra’ : 44, Al-Mukminuun : 17, Al-Mukminuun : 86, Al-Mulk : 3, Al-Baqarah : 29, At-Thalaq : 12, Nuh : 15 dan An-Naba’ : 12
“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Isra’ : 44) (lagi…)
Ramadhan udah memasuki hari keenam.. tadi waktu blogwalking ketemu sajak yang bagus tentang Ramadhan dan harusnya nih renungan yg berbentuk sajak ini saya posting H-3 atau jauh2 sebelum Ramadhan.. tapi yah berhubung ketemunya sekarang.. gapapa khan… saya juga pengen ikut mendapat pahala karena ikut nyebarin sajak ini.
==================================
Kereta Ramadhan Jurusan Taqwa akan berangkat 3 hari lagi..
Kepada para penumpang yang beriman diharapkan segera naik di jalur 1429 H.
Ada dimana anda saudaraku…
Maukah kau ikut bersamaku dan yang lainnya …
Menuju tujuan Stasiun Taqwa itu…saudaraku…
Cepatlah sedikit saudaraku…
Kereta kita sebentar lagi akan melaju… (lagi…)
Posted by sweetstrawberry under
Islami,
Renungan,
Sastra | Tag:
Cerpen,
Islami |
[4] Comments
Cerita pendek karya Mbak Helvi Tiana Rosa ini selalu sukses membuatku merenung, dan menangis pas baca endingnya… T_T Aku lupa kapan pertama kali aku membacanya.. waktu SMU apa awal kuliah ya… *mikir-mikir mencoba untuk mengingat*
Dan dari cerpen inilah.. aku mulai mengenal indahnya ukhuwah Islam.. dan menetapkan azzam untuk berusaha istikomah.. Subhanallah.. terima kasih atas segala nikmat yang telah Kau berikan Ya Allah…
Buat yang belum baca.. baca Yuuuk…! Kalo yang udah pernah.. baca lagi ajah.. nggak ada bosen-bosennya lho baca ini… mengenang kembali pertama kali kita berhijrah..
========================================
Mas gagah berubah! Ya, beberapa bulan belakangan ini masku, sekaligus saudara kandungku satu-satunya itu benar-benar berubah!
Mas Gagah Perwira Pratama, masih kuliah di Tehnik Sipil UI semester tujuh. Ia seorang kakak yang sangat baik, cerdas, periang dan tentu saja…ganteng !Mas Gagah juga sudah mampu membiayai sekolahnya sendiri dari hasil mengajar privat untuk anak-anak SMA.
Sejak kecil aku sangat dekat dengannya. Tak ada rahasia di antara kami. Ia selalu mengajakku ke mana ia pergi. Ia yang menolong di saat aku butuh pertolongan. Ia menghibur dan membujuk di saat aku bersedih. Membawakan oleh-oleh sepulang sekolah dan mengajariku mengaji. Pendek kata, ia selalu melakukan hal-hal yang baik, menyenangkan dan berarti banyak bagiku.
Saat memasuki usia dewasa, kami jadi semakin dekat. Kalau ada saja sedikit waktu kosong, maka kami akan menghabiskannya bersama. Jalan-jalan, nonton film atau konser musik atau sekedar bercanda dengan teman-teman. Mas Gagah yang humoris itu akan membuat lelucon-lelocon santai hingga aku dan teman-temanku tertawa terbahak. Dengan sedan putihnya ia berkeliling mengantar teman-temanku pulang usai kami latihan teater. Kadang kami mampir dan makan-makan dulu di restoran, atau bergembira ria di Dufan Ancol. (lagi…)