Kamis, April 10th, 2008


Tiga hari yang lalu (hari Senin) aku menemani Dora (temen se-kosku) untuk pergi ke petshop di kawasan Klampis. Dia berencana membeli makanan buat hamster-nya dan pengen nunjukkin ke aku betapa lucunya hewan-hewan peliharaan dan pernak-pernik yang dijual disana. Waktu liat anjing, aku ngeri, mereka menyalak-nyalak gitu, walo sebenernya lucu2 sih.. Tapi yang paling lucu yah hamster dan kucing dunk… (^_^). Setelah menemani Dora, kita pun berniat hunting makan malam yang enak tapi murah… Tujuan pun musti ditentukan, tapi kita sama-sama bingung… Kalo makanan sambel penyet sih udah terlalu sering, bosen, masa’ anak kos-kosan makannya itu2 aja. ”Mau pilih soto atau yang lain?”, tawarku..

”Kalo Soto yang enak aku tau, Dor, di dekat ITATS!”

”Terserah, enaknya apa, pokoknya jangan yang porsinya banyak, coz aku gak terlalu laper2 banget”, kata Dora.

”Eh, tapi denger2 sekarang warung soto yang aku maksud itu kalo malem tutup, nyari tempat yang lain aja ya..”

”Atau di tempat biasa aku nongkrong aja, Tik…?”

”Dimana?” (lagi…)

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.” (QS Al A’raaf <7> : 36).

Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu’ aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra

Sekarang engkau telah dewasa…
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku…
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah…
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?

Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadang kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan

Dulu…pagi-pagi…surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau…..
Sekarang… pagi-pagi sambil minum kopi…engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan…

Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surah-surahku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku

Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu
Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku

Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia, musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah

Waktupun cepat berlalu…aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku

Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan?
Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba
Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selama melaluinya

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu…
Setiap saat berlalu…kuranglah jatah umurmu…
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu…
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu

Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati…
Di kuburmu nanti….
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu
Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah “Qur’an” kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu

Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah

Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu…
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu

Sentuhilah aku kembali…
Baca dan pelajari lagi aku….
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu….dulu sekali…
Waktu engkau masih kecil, lugu dan polos…
Di surau kecil kampungmu yang damai

Jangan biarkan aku sendiri….
Dalam bisu dan sepi….

Sumber: Anang M. Yusuf, Milis DT

‘Never judge a book from it’s cover,’ tentunya ungkapan tersebut tidak lagi asing di telinga kita, ungkapan ini seringkali dilontarkan untuk mengingatkan seseorang agar tidak cepat-cepat mengambil kesimpulan mengenai kepribadian seseorang berdasarkan penampilan awal mereka, baik itu kesimpulan yang negatif maupun yang positif.


Dalam maknanya yang tersirat, ungkapan ini meminta kita untuk tidak terburu-buru memberikan kesimpulan akhir pada sebuah buku sebelum membacanya halaman per halaman dari awal hingga akhir (from cover to cover). Misalnya saja, jika pada halaman-halaman awal sebuah buku terasa membosankan, adalah ketergesa-gesaan jika kita kemudian menjadikan kenyataan tersebut sebagai dasar bahwa buku tersebut membosankan dan buruk bagi kita hingga kita memiliki alasan untuk ‘mencampakkannya’, bisa saja pada halaman pertengahan hingga akhir buku tersebut memberikan kejutan-kejutan menarik yang pada akhirnya membuat kita kemudian beralih memberikan penilaian yang baik tentang buku tersebut, bahkan merekomendasikan buku tersebut pada orang lain.


Kenyataannya, ada buku yang judulnya tampak tak menarik namun ketika membacanya kita serasa dihanyutkan oleh isinya yang luar biasa, belum lagi manfaatnya bagi peningkatan kualitas diri kita. Namun ada juga buku yang judulnya sangat menarik begitupula rantaian kalimat-kalimatnya, namun ternyata memiliki pengaruh yang buruk bagi kita. Begitu beragam, begitu misterius, namun begitu menarik….demikian pula halnya dengan kita, manusia.


Manusia tentu saja tidak bisa disamakan dengan buku, namun setiap petuah pastilah menyimpan kearifan yang mendalam, maka adalah sikap yang bijak jika kita kemudian menjadikan petuah di atas sebagai pedoman kita dalam berhubungan dengan sesama manusia. Bukan untuk membuat kita semakin memperbesar rasa curiga kita, atau melebih-lebihkan sikap kehati-hatian kita dalam bergaul, namun sebaliknya agar kita menjadi lebih arif dalam menyikapi kelemahan-kelemahan orang lain.
(lagi…)

9 April 2008 (seharusnya kuposting tanggal ini)

Subhanallah…, dalam sehari ini beberapa hal yang membuatku bahagia datang berturut-turut.. Apakah itu?

1. Pagi-pagi sekali mamaku menelpon kalo kucingku yang hamil untuk pertama kalinya sudah melahirkan anak-anaknya… I have 3 babies kittens!! Aslinya seh ada 4 anak kucing tapi ada satu yang ditemukan meninggal, diduga ada kemungkinan besar waktu keluar dia tercekik. Ketiganya memiliki warna bulu yang mirip banget sama induk betinanya, coklat kehitaman campur sedikit warna putih dan kuning.. Beda jauh sama induk jantan yang berwarna putih bersih. Tapi aku tetep bersyukur.. Maklum baru kali ini aku punya kucing yang hamil trus punya anak, hehe… ;) Alhamdulillah…

2. CD proposal skripsi-ku akhirnya terbaca di sebuah komputer no. 13 di labkomku. Kenapa aku merasa bahagia sekali? Karena sudah berulangkali aku nyoba masukkin CD-RW yang amat penting bagiku itu di hampir semua laptop dan komputer beberapa orang yang kukenal (termasuk hampir semua komputer di labkom bio), hasilnya nihil alias nggak terbaca. Yang terbaca malah file yang baru aku burning.. yang lama (file proposal skripsi-ku) seolah-olah tertumpuk. Dulu aku juga pernah (kebetulan) memasukkan CD tersebut di komputer no.13 dan langsung terbaca… aku udah senang dan kupikir itu akan terbaca juga di laptopku, ternyata O..ow.. tidak. Just only di komputer no.13 itu tadi yang bisa. Emang di komputer tersebut ada program apanya ya yang bisa membuatnya bisa memperlihatkan file-ku yang seolah-olah telah menghilang? Hmm… tanpa menyia-nyiakan kesempatan itu, langsung deh file-file itu aku perbanyak dengan meng-copas-ke komputer tersebut dan diburning ke CD yang baru. Jangan sampai aku kehilangan lagi untuk kedua kalinya (eh, ketiga kayaknya…).

3. Aku tiba-tiba mendapat sms dari beberapa sahabatku. Beberapa hari ini aku memang lagi mikirin mereka, mikirin bahwa sebenarnya aku beruntung mempunyai sahabat-sahabat seperti mereka. Sayangnya udah lama aku nggak kontak-kontakkan dengan mereka. Kangen.. Yah.. aku kangen buat ngumpul2 lagi atau sekedar bercanda-canda sama mereka. Melihat senyuman mereka udah bikin aku bahagia.. (ah, hiperbola sekali ya..). Apalagi aku pernah sempat mengalami krisis persahabatan karena seorang sahabat baikku, yang telah menjalin 8 tahun persahabatan denganku,…. -aku tidak sanggup untuk menulisnya- mungkin itu keputusan yang udah dia pilih. Hingga aku jadi bingung, apa sebenarnya makna persahabatan itu? Apa persahabatan itu tidak abadi? Oh, ya.. aku sampai lupa, aku khan sedang membahas kebahagiaan, kok ngomongnya jadi yang sedih-sedih… Back to the topic.. Tadi siang Rani, temenku yang dari jurusan Kimia ‘04, ngirim sms. Begini isinya: (lagi…)